KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Perbaikan Perlintasan KAI Ngawi Demi Keamanan Jalur
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus meningkatkan keamanan jalur dengan melakukan perbaikan geometri perlintasan sebidang, termasuk di Ngawi. Simak upaya KAI untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun atau KAI Daop 7 Madiun, secara aktif melaksanakan perbaikan geometri lintasan pada perlintasan sebidang. Upaya ini dilakukan di sejumlah titik yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi, salah satunya berlokasi di Ngawi, Jawa Timur, untuk meningkatkan keamanan jalur secara menyeluruh.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. Tujuannya adalah memastikan operasional kereta api tetap aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pengguna jasa. Perbaikan ini sangat krusial mengingat perlintasan sebidang adalah titik pertemuan vital antara jalur kereta api dan jalan raya.
Perawatan geometri secara rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas lintasan. Langkah ini juga bertujuan meminimalkan risiko gangguan perjalanan, serta menjamin keselamatan baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. KAI Daop 7 Madiun memprioritaskan keselamatan sebagai fokus utama dalam setiap kegiatan operasionalnya.
Pentingnya Perbaikan Geometri Perlintasan Sebidang
Perlintasan sebidang merupakan area krusial yang memerlukan perhatian khusus dalam pemeliharaan infrastruktur kereta api. KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa perawatan geometri lintasan secara berkala adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas jalur. Tindakan ini sangat vital guna meminimalkan potensi insiden yang dapat mengganggu perjalanan kereta api dan membahayakan pengguna jalan.
Tohari menyampaikan, “Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan krusial antara jalur KA dan jalan raya. Perawatan geometri secara rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan sangat penting untuk menjaga stabilitas lintasan serta meminimalkan risiko gangguan perjalanan.” Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen KAI terhadap keselamatan.
Program perbaikan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada upaya mitigasi risiko kecelakaan. Dengan lintasan yang stabil dan terawat, KAI dapat memastikan kereta api melintas dengan aman. Hal ini juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan perlintasan tersebut setiap harinya.
Fokus Perbaikan di Ngawi dan Luasnya Cakupan Wilayah
Salah satu titik utama yang menjadi sasaran pengerjaan perbaikan geometri adalah JPL No. 15. Lokasi ini berada di Jalan Raya Maospati-Ngawi, Desa Keras, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Perbaikan di titik ini dianggap sangat vital mengingat padatnya arus lalu lintas kendaraan yang melintasi perlintasan tersebut setiap hari.
Tohari menjelaskan bahwa program peningkatan kualitas jalur ini tidak hanya terbatas di Ngawi saja. Sepanjang periode tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah berhasil melakukan perbaikan geometri di 98 titik perlintasan. Titik-titik tersebut tersebar luas di berbagai wilayah kerja Daop 7 Madiun, meliputi Kabupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.
Selain itu, wilayah kota yang juga menjadi cakupan perbaikan meliputi Kota Madiun, Kediri, dan Blitar. Komitmen KAI Daop 7 Madiun terhadap peningkatan keselamatan terus berlanjut. Untuk tahun 2026, program perbaikan geometri direncanakan akan dilaksanakan di 92 titik perlintasan sebidang lainnya.
Imbauan dan Prioritas Keselamatan Masyarakat
KAI menyadari bahwa proses teknis perbaikan lintasan ini berpotensi menimbulkan dampak pada kepadatan lalu lintas. Khususnya di sekitar lokasi pengerjaan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi area yang sedang diperbaiki.
Penting bagi pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar lokasi pengerjaan. Selain itu, mengikuti arahan dari petugas di lapangan juga sangat diperlukan demi kelancaran dan keselamatan bersama. Kerjasama dari masyarakat sangat mendukung kelancaran program ini.
Tohari menegaskan, “Keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan perbaikan dan berterima kasih atas pengertian masyarakat.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen KAI terhadap pelayanan dan keselamatan.
Sumber: AntaraNews