KAI Daop 7 Madiun Perkuat Keselamatan Perjalanan KA Jelang Lebaran dengan Pembinaan PJL

PT KAI Daop 7 Madiun intensifkan pembinaan petugas jaga lintasan (PJL) untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api jelang Lebaran, menegaskan komitmen pada disiplin dan kewaspadaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KAI Daop 7 Madiun Perkuat Keselamatan Perjalanan KA Jelang Lebaran dengan Pembinaan PJL
PT KAI Daop 7 Madiun intensifkan pembinaan petugas jaga lintasan (PJL) untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api jelang Lebaran, menegaskan komitmen pada disiplin dan kewaspadaan. (AntaraNews)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif menjelang masa Angkutan Lebaran 1447 H. Mereka menggelar pembinaan terpadu bagi petugas jaga lintasan (PJL) di wilayah Blitar dan Madiun. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat komitmen keselamatan perjalanan kereta api (KA) yang menjadi prioritas utama. Kegiatan ini dilaksanakan di Blitar serta Madiun, mencakup personel dari berbagai kabupaten.

Pembinaan ini melibatkan ratusan personel PJL dari internal KAI dan juga berkolaborasi dengan dinas perhubungan setempat. Langkah ini diambil mengingat tingginya potensi risiko di pelintasan sebidang, terutama saat arus mudik Lebaran. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan KA serta pengguna jalan raya.

Muhamad Kahfi, Deputy Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Pembinaan komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin, kewaspadaan, dan kepatuhan petugas terhadap prosedur kerja. Dengan demikian, target "zero accident" selama masa Angkutan Lebaran dapat tercapai.

Keselamatan perjalanan kereta api menjadi fokus utama PT KAI Daop 7 Madiun, terutama menjelang momentum Lebaran yang selalu diiringi peningkatan mobilitas. Muhamad Kahfi, Deputy Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan kewaspadaan. Setiap petugas diwajibkan menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta prosedur operasi standar (SOP) dengan maksimal. Hal ini demi menjamin keamanan pelanggan dan masyarakat secara keseluruhan.

Kegiatan pembinaan ini secara spesifik menyasar petugas jaga lintasan (PJL) di dua wilayah utama. Wilayah Madiun mencakup Kabupaten Ngawi, Madiun, Nganjuk, dan Jombang, dengan total 99 personel internal KAI. Sementara itu, wilayah Blitar melibatkan 104 personel PJL yang pelaksanaannya diselenggarakan di UPT Crew KA setempat. Jumlah personel yang signifikan ini menunjukkan keseriusan KAI dalam mempersiapkan SDM-nya.

Pembinaan terpadu ini mencakup sosialisasi SOP pelayanan pintu pelintasan secara komprehensif. Selain itu, ada pula sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan bedah tantangan lapangan. Pendekatan ini dirancang agar petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi berbagai situasi praktis. Dengan demikian, mereka dapat bertindak responsif dan tepat dalam menjaga keselamatan.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa pembinaan ini tidak hanya melibatkan internal KAI. Kolaborasi dengan dinas perhubungan (Dishub) setempat menjadi bagian krusial dari upaya peningkatan keselamatan ini. Sinergi antara KAI dan Dishub sangat penting mengingat pelintasan sebidang merupakan area rawan kecelakaan. Area tersebut menjadi titik pertemuan antara arus lalu lintas jalan raya dan jalur kereta api.

Tohari juga mengakui bahwa tantangan di pelintasan sebidang akan meningkat drastis saat arus mudik Lebaran. Volume kendaraan yang melonjak tinggi memerlukan kewaspadaan ekstra dari para petugas. Oleh karena itu, pembinaan ini dirancang untuk membekali petugas dengan ketahanan mental yang kuat. Mereka diharapkan mampu melayani dengan sabar namun tetap tegas demi keselamatan bersama.

Dengan adanya kegiatan ini, PT KAI Daop 7 Madiun berharap pemahaman petugas PJL mengenai besarnya tanggung jawab mereka semakin meningkat. Kedisiplinan tinggi dari setiap petugas adalah kunci utama. Harapannya, masa Angkutan Lebaran 1447 H dapat berjalan dengan aman, lancar, dan mencapai target zero accident. Ini menjadi indikator keberhasilan dari seluruh upaya persiapan yang telah dilakukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi