Jepang Siap Hapus Seluruh Tarif Dagang untuk Amerika
Diskusi terkait tarif dagang antara Jepang-Amerika mulai menemukan titik temu.
Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, kembali menegaskan komitmennya untuk menghapuskan semua tarif dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara program pagi Fuji Television pada Minggu (11/5) sebagaimana dilansir dari Reuters.
Ishiba menyebutkan bahwa "diskusi-diskusi secara bertahap telah mencapai titik temu," dan hubungan antara Tokyo dengan Presiden AS Donald Trump "sangat baik."
Ishiba mengungkapkan bahwa kesepakatan perdagangan antara AS dan Inggris, yang diumumkan pada hari Kamis sebelumnya, menurunkan bea masuk pada ekspor mobil Inggris sambil tetap mempertahankan tarif dasar 10%, merupakan "salah satu model" untuk perjanjian perdagangan. Namun, ia menekankan bahwa Jepang harus menargetkan tarif 0%. Ia berpendapat bahwa pungutan impor otomotif yang tinggi akan membuat mobil menjadi lebih mahal bagi konsumen AS, dan demi ekonomi Amerika juga, tarif tersebut seharusnya diturunkan.
Saat ini, Jepang menghadapi pungutan sebesar 25% terhadap ekspor otomotif yang penting secara ekonomi ke AS, serta tarif timbal balik sebesar 24% terhadap barang-barang Jepang lainnya. Ishiba menekankan pentingnya menurunkan tarif tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.
Dalam hal mendukung ekonomi domestik, Ishiba juga menyatakan bahwa pemerintah perlu berpikir matang-matang mengenai rencana pengurangan pajak konsumsi. Ia menekankan bahwa penurunan pajak konsumsi yang tiba-tiba dapat berdampak pada keuangan negara, dan pemerintah harus mempertimbangkan cara lain untuk membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pernyataan Ishiba ini menunjukkan komitmen Jepang untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan dengan AS, serta perhatian terhadap dampak kebijakan domestik terhadap ekonomi negara.