Seskab Teddy Bongkar Kedekatan Prabowo–Trump di Balik Turunnya Tarif Dagang 19 Persen
Teddy mengungkapkan bahwa Prabowo dan Trump terlibat dalam pembicaraan tertutup terkait perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa kedekatan personal antara pemimpin negara sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Teddy menjelaskan bahwa hal ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ketika bernegosiasi untuk menurunkan tarif dagang resiprokal yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Ia mengungkapkan pentingnya diplomasi dan hubungan personal yang baik antara Prabowo dan Trump dalam proses tersebut.
"Dalam perundingan antar negara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak," kata Teddy, seperti yang dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Sabtu (21/2/2026).
Teddy menambahkan bahwa Presiden Prabowo menjalankan perannya sebagai kepala negara dengan melakukan diplomasi langsung dan membangun hubungan personal dengan setiap pemimpin negara. Ia juga menekankan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan AS ditandatangani secara langsung oleh Presiden Prabowo dan Trump.
Meskipun terdapat 15 kepala negara yang hadir dalam KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian, hanya Indonesia yang berhasil mencapai kesepakatan langsung pada hari tersebut.
"Apalagi di hari tersebut turut hadir lebih dari 15 kepala negara, namun hanya Indonesia yang melakukan kesepakatan langsung," ungkapnya.
Pembicaraan Tertutup
Teddy mengungkapkan bahwa Prabowo dan Trump terlibat dalam pembicaraan tertutup terkait perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa diplomasi yang dilakukan oleh Prabowo bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
"Tentu didalam perjanjian ada pembicaraan tertutup antara kedua belah pihak yang tujuannya untuk sebesar-besarnya memberikan keuntungan kepada seluruh rakyat Indonesia," tutur Teddy.
Sebelumnya, Indonesia telah resmi menyetujui perjanjian perdagangan dengan tarif resiprokal sebesar 19 persen dengan AS, yang mencakup 1.819 pos tarif dalam kesepakatan dagang antara kedua negara.
Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan ini ditandatangani setelah agenda perdana pertemuan Dewan Perdamaian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP).
"Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers daring yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026.
Proses negosiasi berlangsung
Airlangga menceritakan proses negosiasi yang dimulai sejak April 2025, ketika Donald Trump mengumumkan bahwa Indonesia akan dikenakan tarif resiprokal sebesar 32 persen. Negosiasi tersebut akhirnya berhasil menurunkan tarif menjadi 19 persen dengan berbagai ketentuan tambahan lainnya.
"90 persen dari dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika. Jadi usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika yang tertuang dalam Agreement on Reciprocal Tariff," jelasnya.
Hasil dari negosiasi ini adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) oleh kedua Kepala Negara, yang mencakup 1.819 pos tarif. Beberapa komoditas bahkan mendapatkan pembebasan tarif.
"Dalam ART ini terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik dari sektor pertanian maupun industri," tambah Menko Airlangga.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4937407/original/096699100_1725530845-Infografis_SQ_Jurus_Pemerintahan_Prabowo_-_Gibran_Capai_Pertumbuhan_Ekonomi_8_Persen.jpg)