Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan kemungkinan adanya penurunan tarif dagang yang dikenakan Amerika Serikat (AS).
Kemungkinan ini disebut Luhut lantaran hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS, Donald Trump semakin dekat.
"Apalagi hubungan Presiden dengan Presiden Trump sangat baik. Jadi saya pikir mereka berdua nanti biarlah bicara di White House," ujar Luhut saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kendati begitu, Luhut belum bisa memastikan apakah AS akan memberikan keringanan tarif kepada Indonesia. Namun ia berharap kedekatan Trump dengan Prabowo bisa membuat Presiden AS itu melunak.
"Saya dengar dari orang-orang di sekitarnya juga mengatakan, dia respect Presiden Prabowo. Kita doain aja. Jangan-jangan tiba-tiba Trump datang, kasih lah 15 (persen), bisa aja gitu," ungkapnya.
"Kan Trump itu keputusannya juga kadang-kadang cepat. Dan saya lihat hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Trump itu sudah sangat dekat," kata Luhut.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan kabar terbaru mengenai rencana implementasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Produk asal Indonesia akan segera dikenakan tarif bea masuk AS 19 persen.
Airlangga mengatakan negosiasi telah berhasil mengubah tarif dari semula 32 persen menjadi 19 persen.
Angka tersebut akan segera diteken oleh Kepala Negara Indonesia dan AS. Namun, hal tersebut masih menunggu perkembangan lanjutan.
"Tinggal kita kunci di 19 dengan peneranan tanganan agreement. Kita tunggu pengumuman dan tunggu jadwal dari Amerika," ungkap Airlangga, ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta beberapa waktu lalu.