Usai Rapat BoP, Presiden Prabowo Bakal Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS
Prasetyo menjelaskan, sampai dengan hari ini belum ada hal yang berubah dalam kesepakatan tarif antara RI dan AS.
Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg), Prasetyo Hadi menginformasikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan meneken kesepakaran tarif dagang Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS) besok, Kamis (19/2). Menurut Prasetyo, agenda itu akan dilangsunkan usai rapat bersama Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
"Menghadiri undangan mengenai meeting BoP, kemudian juga atas koordinasi kedua negara salah satu tambahan agendanya adalah InsyaAllah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS," kata Prasertyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).
"Rencana (tanda tangan kesepakatan) kalau sesuai jadwal di tanggal 19 Februari. Jadi setelah Bop baru kemudian ada rencana tandatangan kerja sama tarif," imbuh dia.
Prasetyo menjelaskan, sampai dengan hari ini belum ada hal yang berubah dalam kesepakatan tarif antara RI dan AS. Namun dia berharap, akan penyesuaian yang lebih menguntungkan bagi RI.
"Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," harap politisi Gerindra ini.
Prasetyo menambahkan, sejauh ini belum ada briefing lebih lanjut mengenai penyesuaian tarif ke angka berapa. Namun berkaca dengan negara lain, dia berharap angkanya bisa lebih kecil dari yang saat ini.
"Mungkin kita hanya melihat negara-negara lain, kalau ada yg bisa turun 18 ya mungkin kita pengen turun ke 18. Ya tapi kan artinya bukan kita yg menentukan hal tersebut, tapi bagian dari kita upaya utk bernegosiasi kan terus kita lakukan," katanya.
Kesepatakan Tarif Dagang
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa, 15 Juli 2025 waktu setempat menyatakan pihaknya telah mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan Indonesia. AS akan mengenakan tarif 19 persen atas barang dari Indonesia.
"Kami tidak akan membayar tarif. Jadi, mereka memberi kami akses ke Indonesia yang tidak pernah kami miliki,” ujar Trump seperti dikutip dari CNBC, Rabu (16/7).
"Itu mungkin bagian terbesar dari kesepakatan ini. Dan bagian lainnya adalah mereka akan membayar 19 persen," katanya.
Komitmen Indonesia Beli Energi AS
Dalam unggahan berikutnya di Truth Social, Trump menuturkan, Indonesia telah berkomitmen membeli energi AS senilai USD 15 miliar, produk pertanian AS senilai USD 4,5 miliar dan 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya adalah Boeing 777 sebagai bagian dari kesepakatan itu.
Dalam unggahan berikutnya di Truth Social, Trump menuturkan, Indonesia telah berkomitmen membeli energi AS senilai USD 15 miliar, produk pertanian AS senilai USD 4,5 miliar dan 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya adalah Boeing 777 sebagai bagian dari kesepakatan itu.