Seskab Teddy Ungkap Instruksi Prabowo: Tarif Dagang dengan AS Harus Beri Keuntungan Besar untuk Indonesia

Presiden Prabowo ingin perundingan ekonomi tersebut mampu meningkatkan produktivitas industri dalam negeri dan memperkuat rantai pasok industri.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Seskab Teddy Ungkap Instruksi Prabowo: Tarif Dagang dengan AS Harus Beri Keuntungan Besar untuk Indonesia
Seskab Teddy Ungkap Instruksi Prabowo: Tarif Dagang dengan AS Harus Beri Keuntungan Besar untuk Indonesia (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri di bidang ekonomi ke kediaman pribadi beliau di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2). Prabowo memberikan sejumlah instruksi menjelang kesepakatan tarif dagang repsirokal antara Indonesia dan Amerika Serikat pada pekan depan.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo menegaskan pentingnya memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi. Khususnya, kesepakatan tarif dagang dengan AS harus memberikan keuntungan besar bagi Indonesia.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan beberapa hal yaitu memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia," kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (15/2).

Menurut dia, Presiden Prabowo ingin perundingan ekonomi tersebut mampu meningkatkan produktivitas industri dalam negeri dan memperkuat rantai pasok industri. Prabowo juga menekankan kebijakan yang diambil harus memberikan keuntungan konkret untuk Indonesia.

"Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri," jelas dia.

"Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," sambung Teddy.

Prabowo Bakal Berkunjung ke AS

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada pekan depan. Salah satu agendanya menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian pada 19 Februari 2026.

Selain itu, Prabowo juga akan menandatangani dokumen perundingan perdagangan resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ ART) Indonesia-AS dengan Presiden Donald Trump.

"Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara (BoP) pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/6).

Dia sudah melaporkan soal perkembangan negosiasi tarif dagang Indonesia dan AS kepada Prabowo. Terkait kesepakatan tarif dagang, Airlangga meminta semua pihak menunggu.

"Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 ke 19, kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," ujar Airlangga.

Rencana Implementasi Tarif Resiprokal AS

Dalam kesempatan berbeda, Airlangga Hartarto memberikan kabar terbaru mengenai rencana implementasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Produk asal Indonesia akan segera dikenakan tarif bea masuk AS 19 persen.

Airlangga mengatakan, negosiasi telah berhasil mengubah tarif dari semula 32 persen menjadi 19 persen. Angka tersebut akan segera diteken oleh Kepala Negara Indonesia dan AS. Namun, hal tersebut masih menunggu perkembangan lanjutan.

"Tinggal kita kunci di 19 dengan peneranan tanganan agreement. Kita tunggu pengumuman dan tunggu jadwal dari Amerika," ungkap Airlangga, ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta beberapa waktu lalu.

Rekomendasi