Donald Trump Ragu Kesepakatan Tarif dengan Jepang Bakal Tercapai: Mereka Sangat Keras
Trump menuturkan bahwa dia tidak berencana memperpanjang batas waktu 9 Juli bagi negara-negara untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan keraguannya terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang baru dengan Jepang. Trump mengatakan bahwa dia tidak yakin kesepakatan tersebut dapat dirampungkan.
"Kami sudah berunding dengan Jepang. Saya tidak yakin kami akan mencapai kesepakatan. Saya meragukannya dengan Jepang," kata Trump kepada para wartawan di atas pesawat Air Force One saat kembali dari Negara Bagian Florida, pada Selasa (1/7).
"Mereka sangat keras," tambah pemimpin AS itu.
Trump menuturkan bahwa dia tidak berencana memperpanjang batas waktu 9 Juli bagi negara-negara untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. "Tidak, saya tidak memikirkan tentang jeda. Saya akan menulis surat ke banyak negara," katanya.
Pemerintah Jepang, memilih tidak mengomentari ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menaikkan tarif terhadap produk Jepang, dan menyatakan akan terus melanjutkan pembicaraan bilateral secara tulus.
Wakil Sekretaris Kabinet Kazuhiko Aoki menyampaikan bahwa Jepang menginginkan kesepakatan yang saling menguntungkan melalui negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Trump sendiri mengancam akan menaikkan tarif atas produk Jepang hingga 30 persen atau 35 persen, menjelang berakhirnya masa tenggang 90 hari dari kebijakan tarif resiprokal yang berakhir pada 9 Juli.
"Kami mengetahui apa yang dikatakan Presiden Trump, namun kami tidak akan mengomentari setiap pernyataan dari pejabat pemerintah AS," ujar Aoki.
"Kami berniat untuk melanjutkan pembicaraan bilateral secara tulus dan penuh itikad baik demi mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi Jepang dan Amerika Serikat," tambahnya.
Tarif AS untuk Produk Jepang
Amerika Serikat telah mengenakan tarif atas berbagai produk, mulai dari mobil dan suku cadangnya hingga baja dan aluminium. Meski tarif resiprokal masih ditangguhkan selama tiga bulan, tarif dasar sebesar 10 persen telah diberlakukan.
Di antara tarif yang lebih tinggi terhadap pengiriman ke AS, pajak impor sebesar 25 persen atas mobil menjadi pukulan berat bagi perusahaan seperti Toyota Motor Corp. dan Honda Motor Co., mengingat pentingnya pasar AS bagi pendapatan mereka.
Trump menggunakan tarif sebagai strategi untuk mengurangi defisit perdagangan besar negaranya dengan Jepang. Ketika Perdana Menteri Shigeru Ishiba bertemu dengan Trump pada pertengahan Juni, keduanya gagal mencapai kesepakatan karena masih adanya perbedaan pandangan.
Jepang terus mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tarifnya dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, yang kemungkinan besar melibatkan peningkatan investasi Jepang, namun upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil.