Jakarta Job Fair 2025 Resmi Dibuka: Ada Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA dan Tak Ada Syarat Tinggi Badan
Berdasarkan pantauan pada pukul 14.15 WIB, stan bursa kerja yang ada di SMKN 57 Jakarta Selatan masih dipadati para pencari kerja.
Jakarta Job Fair 2025 yang bertajuk ‘Goes to Vacational School’ resmi dibuka pada Kamis (24/7). Dihelat di SMKN 57 Jakarta di Jalan Taman Margasatwa Raya Nomor 38B, Jakarta Selatan, Job Fair dimulai pukul 09.00 WIB.
Berdasarkan pantauan pada pukul 14.15 WIB, stan bursa kerja yang ada di SMKN 57 Jakarta Selatan masih dipadati para pencari kerja. Sejumlah stan seperti PT Kharisma Potensia Indonesia hingga PT Bank Mandiri Persero Tbk masih dipadati para pencari kerja.
Terlihat, mereka datang untuk mencari informasi terkait lowongan kerja yang tersedia. Staf-staf rekrutmen yang menjaga stan pun dengan ramah menjawab semua pertanyaan yang diajukan para pencari kerja tersebut.
Beragam lowongan kerja pun terbuka bagi para pencari kerja. Perusahaan peserta Jakarta Job Fair mencari pekerja dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma 3 (D3), hingga Strata 1 (S1).
Salah satunya, PT Rapid Teknologi Indonesia yang memiliki hubungan bisnis dengan Adira Finance. Sejumlah lowongan dari marketing hingga sales dibuka baik untuk laki-laki maupun perempuan.
"Kita sih syarat khususnya tidak ada paling kita itu buka untuk laki-laki dan perempuan, terus kita tidak ada tinggi badan dan berat badan yang penting berkomunikasi dengan baik terus memiliki niat bekerja dan bersedia keliling lapangan. Karena kita tugasnya kan banyak di lapangan," kata Staf Rekrutmen PT Rapid Teknologi Indonesia, Daniel di lokasi.
Cari 1.000 Pelamar
Daniel menyebut, perusahaannya menargetkan ada 100 hingga 1.000 pelamar yang mendaftar. Pasalnya, PT Rapid Teknologi Indonesia sedang membutuhkan banyak tenaga kerja.
"Kita kebutuhannya juga lagi banyak. Jadi harapannya dari job fair ini kita dapat source datanya habis itu kita proses. Lowongan yang kita butuhkan juga macam-macam ya, termasuk di bidang marketing dan sales itu, ada posisi chaneneling officer, relationship manager, terus ada juga mobile officer dan suplier,” ucap Daniel.
Selain itu, Daniel bilang pelamar tidak harus ber-KTP DKI. Seluruh warga Indonesia yang bersedia di tempatkan di Jabodetabek boleh mendaftar pekerjaan yang sedang tersedia.
Selain itu, ada pula PT Ega Tekelindo Prima yang membuka berbagai lowongan bagi lulusan SMA/SMK hingga D3/S1. Di hari pertama job fair dibuka, sebanyak 45 orang telah mengisi formulir pendaftaran.
"Jadi Jakarta Job Fair ini terbuka buat umum kan ya. Jadi di sini kita awalnya memprioritaskan yang SMA/SMK tapi ternyata lumayan banyak juga yang D3-S1," kata HRD Recruiter PT Ega Tekelindo Prima, Ines.
Posisi Ditawarkan
Ines menyampaikan, perusahaan yang bergerak dibidang produksi panel listrik tegangan rendah serta menyediakan jasa pemasangan panel listrik kepada para pelanggan ini tengah mencari banyak tenaga kerja. Posisi yang ditawarkan pun sangat beragam.
"Lagi butuh banyak kebetulan, karena kita kan kerjanya langsung ambil proyek gitu. Kita kan ada beberapa klien ada PLN, Summarecon. Nah kalau misalkan mereka lagi mau ada bikin perumahan, mal, atau bandara gitu itu kita yang suplai produknya,” ungkap Ines.
"Jadi sekarang ini lagi banyak permintaan jadi memang kebutuhannya lagi naik banget nih,” sambung dia.
Ines menyebut, hanya beberapa posisi seperti purchasing staff dan sekretaris yang memiliki syarat khusus, yakni lancar berbahasa Inggris. Sementara untuk posisi lainnya, tak ada syarat lain yang membebani pencari kerja.
"Syarat khusus paling untuk beberapa posisi saja, misal di purchasing staff sama di sekretaris itu kita minta yang lancar bahasa Inggris. Dan syaratnya tidak harus ber-KTP DKI. Malah kita juga kebanyakan orang-orang luar yang penting bersedia di tempatkan di Jakarta sama di pabrik kita di Tangerang," kata Ines.
Lebih lanjut, Ines juga membocorkan besaran gaji bagi pekerja di PT Ega Tekelindo Prima. Semua posisi pekerja, mulai dari level operator pabrik digaji di atas Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta.