Memburu Peluang di Tengah Sunyi: Perjuangan Penyintas Tunarungu di Bursa Kerja Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, mengungkap ada sebanyak 2.600 lowongan pekerjaan yang terbuka di bursa kerja kali ini.

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Memburu Peluang di Tengah Sunyi: Perjuangan Penyintas Tunarungu di Bursa Kerja Bandung
Memburu Peluang di Tengah Sunyi: Perjuangan Penyintas Tunarungu di Bursa Kerja Bandung (Merdeka.com)

Deretan booth perusahaan penyedia lapangan kerja membentuk jalan serupa labirin di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (17/6). Berbusana rapi, ratusan pencari kerja memenuhi setiap sudutnya.

Bunyi langkah mereka yang berlalu lalang bertukar tangkap dengan sayup percakapan orang-orang yang berbaris membawa map di depan stand-stand tersebut. Di tengah kerumunan itu, beberapa orang mencuri perhatian, mereka adalah Anastasia dan kawan-kawan.

Tampak dari kejauhan, perempuan 21 tahun asal Bandung itu berbincang dengan teman-temannya dengan bahasa isyarat. Ya, mereka ialah penyintas disabilitas tunarungu dan tunawicara.

Suasana Job Fair di Bandung
Suasana Job Fair di Bandung merdeka

Keterbatasan yang mereka punya tak jadi halangan untuk turut berkompetisi di bursa kerja Kota Bandung. Meski mengaku baru kali pertama mengikuti job fair, Tasya, begitu dia disapa, sejauh ini punya sejumlah pengalaman kerja. Posisi petugas packing produk kecantikan, admin, hingga desainer grafis pernah ia jajal.

Di job fair ini, ia mengaku tengah mencoba mencari posisi yang sesuai untuknya yang merupakan penyandang disabilitas.

“Pertama magang di bagian packing produk kecantikan dan kesehatan tahun 2019 dan kedua magang di NGO Bandung bagian admin dan desain grafis tahun 2022,” ungkap dia di temui merdeka.com di sela-sela pencarian kerjanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh teman Tasya, Silvia. Keterbatasan tak jadi hambatan untuk dirinya bekerja untuk menyambung hidup.

Soal pengalaman, Shilvia mengaku pernah magang di bidang perhotelan, hingga administrasi di kawasan Dago. Mencari pekerjaan di job fair kali ini pun jadi pengalaman pertama bagi dia, merambah ke dunia kerja profesional.

“Persiapannya percaya diri dan menerima untuk disabilitas Tuli dengan pertimbanhan mereka,” kata dia soal persiapannya mengikuti bursa kerja.

Meski mengaku belum menemukan lowongan kerja yang cocok, dia berharap kesempatan bekerja untuknya dan kawan-kawan disabilitas terbuka lebih lebar di antara ribuan job seeker di Kota Bandung.

farhan
farhan merdeka

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, mengungkap ada sebanyak 2.600 lowongan pekerjaan yang terbuka di bursa kerja kali ini, dengan jumlah pendaftar mencapai sekira 3000 orang.

Terkait hal ini, dia tak memungkiri bahwa jumlah lowongan kerja pekerjaan selalu lebih sedikit daripada jumlah tenaga kerja. Hal ini pun menurut Farhan jadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Dia bilang, Pemkot Bandung menargetkan sebanyak 15 ribu lowongan kerja hingga akhir 2025.

“Mudah-mudahan ini langkah awal kita bisa menyediakan 15 ribu lapangan pekerjaan di tahun 2025,” katanya dijumpai awak media, usai membuka gelaran job fair tersebut.

Disinggung soal ketersediaan lowongan kerja bagi penyintas disabilitas, Farhan menjelaskan perusahaan wajib memenuhi kuota 2 persen dari total pekerjanya untuk disabilitas.

Dia menambahkan, bahwa tantangan terkait pekerja disabilitas bukan soal penyediaan lapangan pekerjaannya, melainkan, soal keberlanjutannya di industri kerja. Oleh karena itu, dia mengatakan pihaknya akan monitoring lingkungan kerja untuk disabilitas.

“Maka setelah kita buka kesempatannya, langkah berikutnya adalah yang perlu kita pantau bagaimana environment kerja, lingkungan kerja dari kelompok disabilitas itu di tempat tersebut apakah mendukung atau tidak. Nah itu yang sering kita awasi sekarang,” pungkas Farhan.

Rekomendasi