JAFF Market 2025: Jembatan IP Kreatif Indonesia Mendunia, Menekraf Optimis
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meyakini JAFF Market 2025 membuka peluang besar bagi IP kreatif Indonesia untuk mendunia, mempertemukan kreator dengan investor.
Yogyakarta, 29 November – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 kembali menjadi sorotan sebagai platform strategis bagi kekayaan intelektual (IP) kreatif Indonesia. Acara yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, diharapkan mampu mendorong IP lokal ke kancah global.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa JAFF Market 2025 merupakan inisiatif krusial. Ia melihat potensi besar bagi IP kreatif Indonesia untuk bersaing dengan IP dari negara maju seperti Hollywood, Korea, Jepang, Prancis, dan Inggris.
Kunjungan Menekraf pada Sabtu lalu menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem film nasional. Platform ini dirancang untuk mempertemukan para pemilik IP kreatif dengan rumah produksi, produser, dan investor, membuka jalan bagi komersialisasi karya lintas medium.
Visi Kemenparekraf untuk IP Kreatif Indonesia Mendunia
Teuku Riefky Harsya menyatakan keyakinannya bahwa JAFF Market 2025 akan efektif dalam memperkuat ekosistem film nasional. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat bagi IP kreatif Indonesia untuk unjuk gigi di pasar global.
"Kalau kita katakan, 'Kok Hollywood bisa (mendunia), kok Korea bisa, kok Jepang bisa, Prancis, Inggris bisa?', kami melihat bahwa ini saatnya IP Indonesia mendunia," kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat mengunjungi JAFF Market 2025.
Kementerian Ekonomi Kreatif secara aktif mendukung event seperti JAFF Market dan para pemilik IP. Dukungan ini bertujuan untuk memperbesar ekosistem industri kreatif, yang kini berada dalam fase pertumbuhan signifikan.
Meski demikian, Menteri Riefky mengakui adanya tantangan seperti akses pendanaan, insentif, dan keterbatasan akses ke layar lebar. Pihaknya bersama komunitas terus mencari solusi guna mengatasi hambatan tersebut.
JAFF Market sebagai Jembatan Komersialisasi IP Lintas Medium
JAFF Market 2025 berfungsi sebagai ruang penting untuk komersialisasi berbagai karya kreatif. Platform ini mencakup animasi, komik, novel, hingga gim yang memiliki potensi besar untuk diadaptasi menjadi film maupun serial.
Ketua JAFF Content Market, Robby Wahyudi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya JAFF sebagai penyelenggara festival. Tujuannya adalah menciptakan pasar yang mempertemukan berbagai IP lintas medium dengan rumah produksi (PH).
Pada tahun ini, sekitar 60 IP mendaftar untuk program kurasi JAFF Content Market, namun hanya 10 yang berhasil terpilih. Total peserta pameran atau exhibitor mencapai 118 stan dari berbagai pelaku industri kreatif, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Mekanisme JAFF Market mempertemukan langsung para kreator komik, gim, animasi, dan novel dengan PH. Mereka dapat menawarkan IP mereka untuk diadaptasi, membuka peluang kolaborasi dan produksi yang lebih luas.
Capaian dan Prioritas Industri Kreatif Nasional
Industri kreatif nasional menunjukkan capaian positif dengan realisasi investasi ekonomi kreatif pada semester pertama 2025 mencapai 66 persen dari target. Selain itu, tenaga kerja ekonomi kreatif pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 27,4 juta orang, melampaui target tahun ini.
Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja berkualitas merupakan prioritas pemerintah, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan ini.
"Skill inilah yang terus kita ingin tingkatkan agar juga semakin kompetitif produk dari per-filman kita," ujar Menteri Ekraf, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri ini.
Robby Wahyudi menambahkan bahwa pada penyelenggaraan tahun lalu, tiga dari sepuluh IP terpilih sudah masuk proses produksi, dan dua di antaranya bahkan telah disaksikan langsung oleh Menteri Ekraf. Hal ini membuktikan efektivitas JAFF Market dalam mendorong produksi karya adaptasi.
Sumber: AntaraNews