Dua IP Lokal Unggulan Indonesia, Tikam Samurai dan Locust, Raih Dukungan Pengembangan di JAFF Market

Dua kekayaan intelektual (IP) lokal Indonesia, Tikam Samurai dan Locust, berhasil menandatangani nota kesepahaman pengembangan di JAFF Market 2025, menandai langkah maju bagi industri kreatif dan pengembangan IP lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dua IP Lokal Unggulan Indonesia, Tikam Samurai dan Locust, Raih Dukungan Pengembangan di JAFF Market
Kemenekraf resmi mendukung JAFF Content Market 2025, platform strategis yang siap membawa kekayaan Intellectual Property (IP) lokal Indonesia mendunia. Siapkah IP kita bersaing di pasar global? (AntaraNews)

Dua kekayaan intelektual (IP) unggulan asal Indonesia, Tikam Samurai dan Locust, telah mencapai tonggak penting. Keduanya resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan di ajang JAFF Market 2025. Acara bersejarah ini berlangsung di Jogja Expo Center pada Sabtu (29/11) lalu.

Penandatanganan MoU ini menandai langkah strategis bagi pengembangan IP lokal di kancah nasional dan internasional. Erik Hidayat, Co-Founder Tikam Samurai, menyatakan ini adalah "ikhtiar budaya, From Minang to the World." Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan karya kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi jembatan penting. Ini akan membawa karya anak bangsa ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih dikenal dunia.

IP Tikam Samurai merupakan karya epik berbasis novel yang terdiri dari 10 jilid. Novel ini ditulis oleh Makmur Hendrik, seorang jurnalis asal Minangkabau. Cerita bersambung ini pertama kali diterbitkan pada era 1970-an.

Kisah Tikam Samurai berpusat pada Si Bungsu, pemuda Minang yang mencari keadilan atas kematian ayahnya. Latar belakang cerita adalah masa pendudukan Jepang di Sumatera Barat antara tahun 1942 hingga 1945. Pengembangan Tikam Samurai telah dilakukan sejak 2022, mencakup film, animasi, gim, dan komik.

Dalam MoU ini, Tikam Samurai menjalin kerja sama dengan Bushi Bros Films, sebuah rumah produksi film. Cornelio Sunny dari Bushi Bros Films melihat potensi besar. "Cerita ini punya potensi visual," katanya, "Kami merasa terhormat mengembangkannya sebagai film global."

Sementara itu, Locust adalah IP berbasis komik horor sejarah yang diterbitkan oleh Kosmik. Komik ini mengisahkan latar belakang pengungsi Tionghoa di Sumatera pada tahun 1966. IP Locust sebelumnya telah mendapatkan pengakuan internasional. Komik ini pernah ditampilkan di Festival Film Cannes.

Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menunjukkan komitmen pemerintah. Pemerintah mendukung penuh inisiatif promotor Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ini. Dukungan ini krusial bagi pengembangan IP lokal di Indonesia.

Menteri Riefky menekankan bahwa penandatanganan MoU ini adalah bukti nyata potensi kreatif Indonesia. Ini adalah langkah penting untuk membawa karya anak bangsa ke panggung global. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas IP Indonesia.

Dukungan pemerintah tidak hanya berhenti pada dua IP ini. Sebanyak 10 IP lokal lainnya juga dibawa untuk berpartisipasi di JAFF Market tahun ini. Ini termasuk Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yangti, Journal Of Terror, Meng, Sangkakala Di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep.

Inisiatif ini memastikan proyek IP lokal mendapatkan visibilitas yang diperlukan. Ini juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional. Hal ini penting untuk pertumbuhan industri kreatif nasional.

JAFF Market berperan sebagai pasar film yang strategis. Fungsinya mirip dengan Marche du Film di Festival Film Cannes. Acara ini secara rutin diselenggarakan sejak tahun 2024.

Pasar film ini menjadi platform vital. Ini mempertemukan kreator lokal dengan mitra potensial internasional. Tujuannya adalah memfasilitasi kesepakatan dan pengembangan IP lokal.

Dengan adanya JAFF Market, kreator Indonesia memiliki kesempatan lebih besar. Mereka dapat mempresentasikan karya mereka kepada audiens global. Ini juga mendorong investasi dan kolaborasi lintas negara.

Peran JAFF Market sangat signifikan dalam mendorong ekosistem kreatif. Ini membantu IP lokal untuk tidak hanya berkembang di dalam negeri. Tetapi juga untuk bersaing dan dikenal di pasar internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi