Jadi Bank Pertama Milik Indonesia, Ini Fakta Menarik BNI
Berikut ini beberapa fakta menarik bank BNI yang menarik buat diulik.
Pada 2023 ini Bank BNI sudah memasuki usia 78 tahun. Di usianya yang hampir satu abad, Bank BNI sudah mengeluarkan berbagai inovasi yang membuatnya tetap dipercaya nasabah. Lantas, seberapa tahu kamu tentang Bank BNI?
Bank Pertama Milik Indonesia
Bank BNI merupakan bank pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia. Bank ini didirikan pada 5 Juli 1946.
Direncanakan Sebagai Bank Sentral
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 1946, Bank BNI awalnya direncanakan sebagai bank sentral Indonesia.
Akan tetapi...
Pada 1950, Bank BNI justru menjadi bank pembangunan. Bank BNI juga diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa.
Bertransformasi Jadi Bank Negara Indonesia 1946.
Berdasarkan UU Nomor 17 tahun 1968, BNI resmi bertransformasi. BNI ditetapkan menjadi Bank Negara Indonesia 1946.
Sejak saat itu, status Bank BNI pun resmi menjadi Bank Umum Milik Negara.
Buka Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Singapura
Bank BNI untuk pertama kalinya mendirikan kantor cabang di luar negeri pada 1955, di mana lokasinya berada di Singapura.
Ingin Menjadi Kekuatan Moneter Dunia
Pembukaan kantor cabang BNI di Singapura merupakan salah satu realisasi akan cita-cita BNI menjadi kekuatan moneter di dunia internasional, khususnya bagi NKRI yang baru saja merdeka kala itu.
Kini Bank BNI sudah memiliki 6 kantor cabang di luar negeri. Keenam Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) tersebut berada di kota pusat keuangan dunia, yaitu di Singapura, Hong Kong, Tokyo-Jepang, New York Amerika Serikat, Seoul-Korea Selatan, dan London-Inggris.
Punya Kantor Cabang Internasional di 6 Kota Pusat Keuangan Dunia
Bank BUMN Pertama yang IPO
Pada 1996 BNI untuk pertama kalinya menawarkan saham perdana kepada masyarakat atau IPO dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
Kepemilikan Publik Meningkat
Pada 2007, BNI menerbitkan saham baru di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah. Hal ini membuat kepemilikan publik meningkat menjadi 23,64%.
BNI kembali menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas pada 2010. Hal tersebut membuat kepemilikan publik meningkat menjadi 40%
Pada 2014 laba bersih BNI tembus Rp10,8 triliun untuk pertama kali. Laba bersih dua digit kembali terulang pada 2016, yaitu berhasil tembus Rp11,4 triliun.