Israel Serang Iran, Kementerian ESDM Putar Otak Cari Sumber Energi Pengganti BBM
Saat ini produksi minyak di Indonesia sudah mencapai 610.000 barel per hari. Sebelumnya, produksi minyak berkisar 570.000 barel per hari.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons serangan Israel ke Iran. Wakil Menteri ESDM, Yuliot mendorong peningkatan peningkatan produksi minyak dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Dia mencatat, saat ini produksi minyak di Indonesia sudah mencapai 610.000 barel per hari. Sebelumnya, produksi minyak berkisar 570.000 barel per hari.
"Jadi kita mengusahakan ada peningkatan produksi migas di dalam negeri. Terutama untuk crude, yang tadinya tingkat produksi kita sekitar 560.000-570.000 barel per hari, ini sekarang rata-rata sudah di atas 600.000 barel. Dan dari bulan ini sudah di atas 610.000 barel," ujar Yuliot kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/6).
Selain produksi minyak. Kementerian ESDM juga mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor yang kian mahal.
Dia mencontohkan, pemerintah akan meluncurkan program biodiesel B50 pada tahun 2026. Dia menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor minyak.
"Kemudian ketergantungan pemakai listrik terhadap BBM diesel di beberapa daerah, itu justru kita percepat pembangunan untuk geothermal," imbuhnya.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan meresmikan empat pembangkit berbasis energi panas bumi satu geothermal untuk mengurangi pemakaian BBM. Dia menyebabkan percepatan program transisi energi bersih tersebut telah berlangsung sejak 2022 lalu.
"Jadi ya ini juga mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak. Jadi sebenarnya ini kan sudah dilakukan dari tahun 2022 yang lalu ya," tandasnya.
Israel Gempur Iran
Sebelumnya, Israel menyerang Iran secara besar-besaran dengan menggunakan puluhan jet tempur. Israel berdalih menyerang fasilitas militer dan nuklir milik Iran.
Akibat serangan itu, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami dikabarkan tewas dan sejumlah bangunan tempat tinggal di Teheran hancur.
Israel memulai serangan militer di dan dekat ibu kota Iran, Teheran, serta kota-kota lain di Iran pada Jumat malam.
Gambar-gambar menunjukkan bangunan tempat tinggal yang rusak di beberapa lokasi di ibu kota. Saksi mata dan reporter dari TV pemerintah mengatakan mereka melihat jasad wanita dan anak-anak di antara para korban.
Dilansir Aljazeera, Perdana Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut 'selama diperlukan'. Netanyahu mengatakan serangan itu ditujukan pada program nuklir, rudal balistik, dan kemampuan militer Iran.