Indonesia Target Jadi Pusat Maritim Dunia, Pekerja Galangan Kapal Wajib Punya Keterampilan Tinggi
Letak geografis yang strategis di jalur laut utama dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat transportasi laut yang aman dan efisien.
Kompetensi sumber daya manusia di sektor galangan kapal menjadi aset penting bagi Indonesia untuk menjadi pusat maritim dunia. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, potensi sektor kemaritiman Indonesia sangat besar dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun global.
Letak geografis yang strategis di jalur laut utama dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat transportasi laut yang aman dan efisien.
Menanggapi hal tersebut, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI telah melaksanakan Sertifikasi Juru Las (Welder) yang diikuti oleh 14 industri galangan kapal di Kalimantan Timur. Melalui inisiatif ini, BKI berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri galangan kapal Indonesia.
Kepala Unit TJSL PT. BKI (Persero), Arif Bijaksana Prawira Negara, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor galangan kapal.
"Sebagaimana tujuan dari program ini yakni untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja Galangan Kapal secara teknis, keselamatan kerja, hingga kesiapan untuk bersaing di pasar industri maritim," ujar Arif dikutip Minggu (2/11).
Pengembangan Keterampilan Teknis
Sementara itu, Eka Cahyana Adi selaku Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda memberikan penghargaan atas kerja sama berbagai pihak dalam mendukung program ini. Ia juga menjelaskan bahwa selama pelatihan (refreshment), peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur yang berpengalaman untuk memperdalam teknik pengelasan.
"Dalam tahapan sertifikasi BKI, peserta melakukan proses pengelasan yang disaksikan langsung oleh Surveyor BKI guna memastikan kompetensi teknis telah sesuai dengan standar. Selanjutnya, hasil pengelasan berupa test-piece akan diuji menggunakan metode pengujian pengelasan di laboratorium," ujar Eka.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat kerjasama antara berbagai lembaga, termasuk dunia industri, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi seperti PT BKI Persero.
Hal ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, memiliki sertifikasi, dan mampu bersaing dengan baik di pasar kerja.
Emisi Menjadi Masalah Industri Pelayaran di Indonesia
Sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau, sektor pelayaran memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perdagangan dan mobilitas di tingkat nasional. Peralihan menuju pelayaran yang lebih ramah lingkungan menjadi sangat krusial, agar Indonesia tidak hanya dapat memenuhi komitmen dalam Paris Agreement, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing ekonomi serta keberlanjutan maritim.
Ary Sudijanto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjaga kualitas lingkungan laut dan udara. Ini dilakukan untuk mengurangi dampak dari emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor kelautan.
“Agar Indonesia dapat melangkah lebih terarah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor pelayaran. Keputusan yang diambil hari ini akan membawa dampak penting, tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi masa depan generasi mendatang,” ungkapnya pada hari Senin, (29/9).
Sejalan dengan komitmen tersebut, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) aktif dalam upaya pengurangan emisi di sektor maritim. BKI juga berperan sebagai narasumber dalam kegiatan yang membahas Penetapan Langkah Strategis Indonesia dalam Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Bidang Pelayaran.