Menhub Pastikan Keterlibatan Indonesia Anggota Dewan IMO Efektif Perkuat Peran Maritim Global
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Indonesia Anggota Dewan IMO Kategori C akan efektif, memperkuat peran strategis nasional dalam tata kelola maritim global dan kebijakan pelayaran dunia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C akan berjalan efektif. Kepastian ini bertujuan untuk memperkuat peran strategis nasional dalam tata kelola keselamatan dan pelayaran maritim global. Keanggotaan ini berlaku untuk periode 2026–2027, menandai komitmen Indonesia di kancah internasional.
Untuk mewujudkan efektivitas tersebut, Kementerian Perhubungan telah mulai merumuskan berbagai langkah strategis. Langkah-langkah ini mencakup penguatan posisi Indonesia, peningkatan kapasitas delegasi, serta kolaborasi erat dengan kementerian/lembaga terkait. Evaluasi dan tindak lanjut hasil pemilihan Anggota Dewan IMO juga telah digelar di Jakarta.
Keberhasilan Indonesia meraih posisi ke-5 dari 26 negara kandidat dengan 138 suara pada Sidang Majelis IMO ke-34 akhir November lalu, bukan sekadar capaian diplomasi. Menurut Menhub Dudy, ini adalah mandat global yang harus dijalankan dengan komitmen tinggi dan kontribusi nyata bagi tata kelola kemaritiman dunia. Kepercayaan global ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan keselamatan dan keberlanjutan pelayaran.
Memperkuat Posisi Indonesia di Kancah Maritim Global
Keanggotaan Indonesia di Dewan IMO Kategori C merupakan cerminan nyata dari kepercayaan global terhadap konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan pelayaran dunia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya persoalan angka atau posisi semata. Ini adalah konsekuensi sekaligus tanggung jawab besar yang diemban oleh Indonesia sebagai negara maritim.
Dengan menjadi Indonesia Anggota Dewan IMO, negara ini memiliki ruang strategis untuk memperkuat posisinya dalam pembentukan kebijakan maritim internasional. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memikul tanggung jawab geografis dan historis dalam menjaga jalur pelayaran internasional. Peran ini menjadikan Indonesia bukan hanya pengguna jalur laut dunia, tetapi juga penjaga simpul-simpul strategisnya.
Keanggotaan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menhub Dudy menekankan bahwa keanggotaan di Dewan IMO bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah platform strategis. Platform ini digunakan untuk memastikan kepentingan nasional terwakili dalam setiap perumusan kebijakan maritim global.
Kontribusi Indonesia pada Agenda Maritim Dunia
Sebagai Indonesia Anggota Dewan IMO, negara ini akan memperkuat kontribusinya pada agenda penting dunia. Agenda tersebut meliputi dekarbonisasi pelayaran, digitalisasi maritim, serta peningkatan keselamatan dan kapasitas negara berkembang. Upaya ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam isu-isu krusial yang membentuk masa depan pelayaran global.
Menhub Dudy Purwagandhi juga menyoroti pentingnya kerja bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan maritim yang semakin kompleks. Tantangan ini memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif dari berbagai pihak. Keterlibatan aktif dari semua sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pelayaran global.
Sinergi lintas kementerian dan lembaga, dukungan industri, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi esensial. "Sinergi lintas kementerian dan lembaga, dukungan industri, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Indonesia dapat terus memperkuat posisinya dalam diplomasi maritim internasional," kata Menhub Dudy. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan peran Indonesia di IMO adalah hasil kerja kolektif.
Sumber: AntaraNews