Tahukah Anda? Indonesia Latih Puluhan Pelaut dari 13 Negara Afrika, Perkuat Diplomasi Maritim Indonesia di Kancah Global
BPSDMP Kemenhub RI melatih 84 pelaut dari 13 negara Afrika, memperkuat diplomasi maritim Indonesia dan posisi di IMO. Apa dampak strategisnya bagi Tanah Air?
Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan RI secara aktif melatih puluhan pelaut dari 13 negara di kawasan Afrika Barat dan Tengah. Program ini merupakan langkah konkret Indonesia untuk memperkuat diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional. Pelatihan ini menjadi wujud nyata dari komitmen kerja sama dan Triangular Cooperation yang sebelumnya telah disepakati Indonesia dalam forum International Maritime Organization (IMO).
Kepala BPSDMP Kemenhub, Djarot Tri Wardhono, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis yang sangat penting. Ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk memperkuat peran Indonesia di dunia internasional sebagai mitra aktif IMO. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk mencari dukungan dan lobi dalam berbagai agenda penting di IMO.
Pelatihan yang diselenggarakan mencakup Training of Trainers (ToT) dan Training of Examiners (ToE) yang berbasis standar IMO. Program ini dirancang khusus untuk menyiapkan pengajar serta penguji profesional di sektor maritim global. Sebanyak 84 peserta terpilih dari negara-negara anggota Maritime Organization of West and Central Africa (MOWCA) turut serta dalam program pengembangan sumber daya manusia ini.
Peran Strategis Indonesia dalam Organisasi Maritim Internasional
Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam organisasi maritim global, terutama di International Maritime Organization (IMO). Melalui program pelatihan pelaut dari negara-negara Afrika, Indonesia tidak hanya menunjukkan kapasitasnya dalam pengembangan sumber daya manusia maritim, tetapi juga membangun jejaring diplomasi yang kuat.
Djarot Tri Wardhono menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi besar untuk memperluas jejaring diplomasi Indonesia. Dengan mendapatkan dukungan dari negara-negara Afrika, posisi Indonesia sebagai anggota Dewan IMO kategori C dapat semakin kokoh. Ini merupakan langkah politik yang cerdas untuk meningkatkan pengaruh Indonesia di forum internasional.
“Jadi sebetulnya ini tujuannya untuk memperkuat peran kita di dunia internasional. Kemudian kita juga sebagai mitra International Maritime Organization. Dan sebetulnya ini juga menjadikan peran kita mencari dukungan untuk lobi-lobi di dalam IMO tersendiri,” kata Djarot di Jakarta, Jumat.
Keterlibatan aktif Indonesia dalam Triangular Cooperation dan program pelatihan semacam ini menunjukkan komitmen negara dalam memajukan sektor maritim secara global. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM maritim di negara-negara berkembang, khususnya di benua Afrika.
Pelatihan Komprehensif untuk Pengajar dan Penguji Maritim
Program pelatihan yang diselenggarakan oleh BPSDMP Kemenhub RI ini dirancang secara komprehensif untuk menghasilkan tenaga pengajar dan penguji maritim yang profesional. Fokus utama pelatihan adalah Training of Trainers (ToT) dan Training of Examiners (ToE), yang keduanya mengacu pada standar ketat yang ditetapkan oleh IMO.
Pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif dari negara-negara anggota Maritime Organization of West and Central Africa (MOWCA). Di antara negara-negara yang terlibat adalah Ghana, Guinea Bissau, Sierra Leone, Nigeria, Kamerun, Angola, Congo Brazaville, Gabon, Liberia, dan Senegal. Total peserta yang mengikuti program ini mencapai 84 orang terpilih, menunjukkan antusiasme dan kebutuhan akan pengembangan kapasitas di wilayah tersebut.
Dukungan finansial untuk program ini sangat signifikan, dengan anggaran sebesar Rp18,2 miliar yang dialokasikan oleh Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan. Anggaran ini akan mendukung pelaksanaan dua gelombang pelatihan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2025.
“Kami bekerja sama dengan LDKPI, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan yang sudah mempercayai dananya kepada kami untuk melatih rekan-rekan kita dari Afrika Barat maupun Afrika Tengah,” tambah Djarot, mengapresiasi dukungan tersebut. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu tetapi juga memperkuat institusi maritim di negara-negara peserta.
Manfaat Ganda: Diplomasi dan Peluang Ekonomi
Inisiatif pelatihan pelaut dari negara-negara Afrika ini membawa manfaat ganda bagi Indonesia, tidak hanya di bidang diplomasi tetapi juga dalam aspek ekonomi. Secara diplomatik, program ini memperkuat posisi Indonesia di kancah global, khususnya dalam forum IMO, dengan membangun aliansi dan dukungan dari negara-negara Afrika.
Djarot menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi penting untuk memperluas jejaring diplomasi Indonesia. Dengan dukungan dari negara-negara Afrika, Indonesia dapat semakin memperkuat posisinya sebagai anggota Dewan IMO kategori C. Ini memberikan kekuatan politik yang signifikan dalam pengambilan keputusan di organisasi maritim internasional.
“Nah apa manfaatnya bagi kita? Jadi tentunya kita memberikan suatu political engagement terhadap negara-negara di Afrika sehingga kita juga memiliki kekuatan di IMO dari dukungan negara-negara di Afrika tersebut,” ujarnya. Keterlibatan ini menciptakan hubungan saling menguntungkan yang melampaui batas-batas geografis.
Selain itu, pelatihan ini juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan bagi industri pelayaran dan teknologi maritim Indonesia di kawasan Afrika. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi landasan bagi Indonesia untuk memimpin kolaborasi pengembangan SDM maritim dunia, sekaligus meningkatkan eksistensi dan kompetensi Indonesia dalam mendidik pelaut serta tenaga kerja di bidang maritim.
Sumber: AntaraNews