HIPMI dan Pemda Bersinergi Wujudkan Kemandirian Ekonomi Papua Tengah
Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mempercepat Kemandirian Ekonomi Papua Tengah dan mencetak wirausaha muda yang tangguh serta berdaya saing.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, secara resmi menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) guna mengakselerasi pembangunan Kemandirian Ekonomi Papua Tengah. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mencetak wirausaha muda yang tangguh serta berdaya saing di berbagai sektor potensial daerah. Inisiatif ini disampaikan dalam acara pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Papua Tengah di Nabire.
Pelantikan pengurus BPD HIPMI Papua Tengah masa bakti 2026–2029 pada Sabtu (07/2) menjadi momentum penting bagi sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Deinas Geley menekankan bahwa HIPMI memiliki peran krusial dalam melahirkan generasi pengusaha inovatif. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Langkah ini diambil mengingat Papua Tengah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut memerlukan sentuhan dari pengusaha muda yang tidak hanya visioner, tetapi juga menjunjung tinggi etika usaha dan kearifan lokal dalam setiap langkah pengembangan bisnisnya.
Peran Strategis HIPMI dalam Pembangunan Ekonomi Lokal
Deinas Geley menegaskan bahwa HIPMI memegang posisi strategis dalam upaya membangun Kemandirian Ekonomi Papua Tengah yang lebih maju dan sejahtera. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk melahirkan para wirausaha muda. Mereka harus memiliki inovasi tinggi dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di pasar global maupun lokal.
Pelantikan pengurus HIPMI Papua Tengah ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan semangat kebersamaan yang kuat. Sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha muda menjadi kunci utama. Hal ini untuk memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Papua Tengah di berbagai sektor ekonomi. Dengan demikian, pembangunan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Papua Tengah kaya akan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif merupakan ladang subur bagi pengembangan usaha. Pengusaha muda diharapkan dapat mengelola potensi ini dengan pendekatan yang visioner. Mereka juga harus tetap menjaga nilai-nilai etika dan budaya lokal.
Dorongan Kolaborasi dan Transformasi Pola Pikir Masyarakat
Wakil Gubernur Deinas Geley mendorong HIPMI Papua Tengah untuk aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Kemitraan dengan pemerintah daerah, perbankan, dunia pendidikan, serta pengusaha dari luar Papua sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan. Ini akan mempercepat pembangunan Kemandirian Ekonomi Papua Tengah.
“Ambil ilmunya, manfaatkan untuk membangun Papua,” tegas Deinas, menekankan pentingnya aplikasi ilmu dan pengalaman tersebut. Ia berharap HIPMI dapat menciptakan dampak nyata yang signifikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya sebatas teori, melainkan terwujud dalam program-program konkret yang bermanfaat.
Lebih lanjut, Deinas juga mengingatkan HIPMI untuk berperan aktif dalam mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang selama ini terlalu berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, generasi muda harus dididik untuk menjadi entrepreneur dan pengusaha. Dengan berwirausaha, kemandirian ekonomi individu dan daerah bisa jauh lebih besar.
Optimalisasi Sumber Daya dan Program Nasional untuk Kemandirian Ekonomi
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar H. Buchari, menyoroti kekayaan sumber daya alam Papua yang melimpah. Sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, energi, hingga pertambangan memiliki potensi luar biasa. Namun, Akbar menekankan bahwa kekayaan alam ini harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
Akbar menjelaskan bahwa tanpa pembangunan SDM yang memadai, potensi besar ini berisiko dimanfaatkan oleh pihak luar. HIPMI hadir sebagai platform strategis. Tujuannya adalah memastikan pengusaha muda Papua dapat menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi. Mereka tidak hanya berperan sebagai penonton atau tenaga kerja semata.
Selain itu, Akbar Buchari juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai program strategis nasional. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan kampung nelayan harus dioptimalkan. Pemanfaatan program-program ini bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi daerah. Tujuannya agar perputaran uang tetap berada di dalam wilayah Papua Tengah, mendukung Kemandirian Ekonomi Papua Tengah secara menyeluruh.
Ketua BPD HIPMI Papua Tengah yang baru dilantik, Yoti Gire, menyatakan kesiapan kepengurusannya. Ia siap berperan sebagai kolaborator utama antara pengusaha dan pemerintah daerah. Kesiapan ini untuk mengembangkan dan memperkuat perekonomian Papua Tengah. Yoti menegaskan komitmen untuk membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews