Lio Mema Pecahkan Rekor Nasional Lompat Tinggi U18 dengan Lompatan 2,03 Meter
Atlet muda Indonesia, Lio Mema, berhasil memecahkan rekor nasional lompat tinggi U18 putra di Kejurnas Atletik 2026, mencatatkan lompatan 2,03 meter dan menjadi pembuktian diri setelah Popnas.
Atlet lompat tinggi Indonesia, Lio Mema, berhasil mencetak sejarah baru dengan memecahkan rekor nasional (rekornas) kelompok usia (youth) U18 putra. Pencapaian gemilang ini terjadi saat ia berlaga di ajang Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026. Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, pada hari Sabtu.
Lio Mema menunjukkan performa luar biasa dengan mencatatkan tinggi lompatan 2,03 meter, yang secara resmi diakui oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Rekor ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menandai tonggak penting dalam karir atletik junior Indonesia. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata dari dedikasi dan kerja kerasnya selama ini.
Pencapaian Lio Mema ini melampaui rekor sebelumnya yang telah bertahan sejak tahun 2017. Rekor lama dipegang oleh atlet asal Jawa Barat, Alif Baskara, dengan tinggi lompatan 2,02 meter. Dengan demikian, Lio Mema kini resmi menjadi pemegang rekor nasional lompat tinggi U18 putra terbaru, membuka babak baru dalam perjalanan karirnya di dunia atletik.
Pembuktian Diri Setelah Popnas
Lio Mema mengungkapkan bahwa keberhasilan memecahkan rekor nasional ini menjadi sebuah pembuktian diri setelah sempat tampil di bawah harapan pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Pengalaman tersebut menjadi pemicu baginya untuk berlatih lebih keras dan fokus.
“Sejak itu (Popnas) saya bertekad berlatih lebih keras supaya tidak mengecewakan keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung saya,” kata Lio seusai mengikuti pertandingan. Tekad kuat ini mendorongnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan performanya di lapangan.
Atlet asal DKI Jakarta ini menjadikan dukungan dari orang-orang terdekat sebagai motivasi utama dalam setiap sesi latihan dan pertandingan. Semangat untuk tidak mengecewakan mereka yang selalu percaya padanya menjadi dorongan besar untuk mencapai hasil terbaik.
Melampaui Rekor Lama dan Dukungan Penuh
Pencapaian Lio Mema dengan lompatan 2,03 meter secara resmi melampaui rekor nasional sebelumnya yang dipegang oleh Alif Baskara sejak tahun 2017. Rekor Alif Baskara kala itu tercatat setinggi 2,02 meter, menunjukkan peningkatan signifikan dalam standar lompat tinggi U18 putra di Indonesia.
Lio menjelaskan bahwa dukungan dari pelatih serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berperan penting dalam perkembangan performanya. Dukungan ini memberikan motivasi berkelanjutan untuk mengejar target yang lebih tinggi di kancah atletik.
Fasilitas latihan yang memadai dan bimbingan profesional dari pelatih telah membantu Lio mengasah teknik dan kekuatan fisiknya. Kolaborasi antara atlet, pelatih, dan pemerintah daerah ini menjadi kunci utama dalam menciptakan prestasi olahraga yang membanggakan.
Target Internasional dan Latihan Mandiri
Pencapaian rekor nasional ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karir Lio Mema, sekaligus membuka peluang baginya untuk bersaing di level internasional. Salah satu target berikutnya adalah tampil pada ajang internasional kelompok usia seperti SEA Youth Games dan Asian Youth Games.
Menurut Lio, pencapaian rekor nasional dapat menjadi modal penting untuk mewujudkan kesempatan tersebut. Ia optimistis mampu meningkatkan catatan lompatan hingga menembus target yang lebih tinggi dalam waktu dekat, menunjukkan ambisi besar untuk berprestasi di kancah global.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Lio Mema menjalani latihan tambahan secara mandiri di luar program utama yang telah ditetapkan. “Kadang joging serta melakukan latihan kebugaran dan senam ringan di kamar,” tambah dia, menggambarkan dedikasinya yang tinggi terhadap latihan.
Sementara itu, medali perak nomor lompat tinggi U18 putra dalam Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 diraih oleh Elfaz Muara asal Jawa Barat dengan lompatan 1,81 meter. Rekan se-provinsinya, Alexander Benjamin, meraih medali perunggu dengan catatan tinggi lompatan 1,7 meter.
Sumber: AntaraNews