Ajang Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2026 kembali melahirkan bintang baru. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Adelia Chantika Aulia. Perenang muda berusia 15 tahun itu tampil impresif dengan torehan prestasi gemilang, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta terbaik renang Indonesia saat ini.
Turun di kategori putri kelompok umur (KU) 2, Adelia sukses meraih medali emas di nomor 200 meter gaya bebas. Tak hanya itu, ia juga memecahkan rekor nasional pada nomor tersebut lewat catatan waktu 2 menit 05,29 detik dalam babak Super Final. Catatan ini melampaui rekor sebelumnya yang juga ia pegang, yakni 2 menit 05,83 detik yang dibukukan pada edisi 2025.
Penampilan konsisten Adelia juga terlihat di nomor 50 meter gaya bebas. Ia berhasil meraih medali perak dengan waktu 26,35 detik, hanya terpaut tipis dari perenang Jawa Timur, Nadia Aisha Nurazmi, yang keluar sebagai juara dengan waktu 26,01 detik.
Selain Adelia, sejumlah atlet muda lainnya juga mencatatkan prestasi luar biasa dengan memecahkan rekor nasional di kejuaraan yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kevin Erlangga Prayitno menjadi salah satu yang menonjol setelah memecahkan rekor nasional KU 1 di nomor 100 meter gaya bebas putra. Ia mencatatkan waktu 50,33 detik, mengungguli rekor sebelumnya milik Jason Donovan Yusuf (50,40 detik) yang tercipta pada 2025.
Chelsea Alexandra asal Jawa Timur juga tampil gemilang. Ia memperbarui rekor nasional KU 1 di nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan catatan 27,95 detik, sedikit lebih cepat dari rekornya sebelumnya, 27,97 detik.
Sementara itu, Arya Adrean Putra Haryono dari Daerah Istimewa Yogyakarta mencuri perhatian lewat penampilannya di nomor 100 meter gaya dada putra. Ia mencetak waktu 1 menit 00,88 detik, memecahkan rekor nasional sebelumnya milik Dwiky Raharjo (1 menit 01,75 detik). Bahkan, catatan Arya tersebut juga melampaui rekor SEA Games yang sebelumnya dipegang perenang Vietnam, Pham Thanh Bao (1 menit 00,97 detik) pada SEA Games 2023 di Kamboja.
Dalam klasemen akhir, kontingen DKI Jakarta tampil dominan dan keluar sebagai juara umum dengan total 96 medali, terdiri dari 38 emas, 34 perak, dan 24 perunggu.Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan koleksi 83 medali (32 emas, 23 perak, 28 perunggu), sementara Jawa Timur menempati peringkat ketiga dengan raihan 74 medali (21 emas, 27 perak, 26 perunggu).Persaingan ketat juga terlihat dari performa Banten dan Bali yang masing-masing menempati posisi keempat dan kelima dengan raihan 13 dan 12 medali emas.
Advertisement