Disparpora Ngawi Optimalkan Pengelolaan Wisata Hutan untuk Dongkrak Potensi Daerah
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi mengoptimalkan pengelolaan wisata hutan di wilayahnya. Upaya ini bertujuan mengembangkan potensi pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan tata kelola objek wisata di kawasan hutan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki Ngawi. Pengoptimalan tata kelola ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menjelaskan bahwa pengoptimalan tata kelola dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Lembaga-lembaga yang terlibat antara lain Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Madiun, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kehutanan Jatim, dan Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam pengembangan destinasi wisata hutan yang berkelanjutan.
Langkah ini juga melibatkan pengelola objek wisata hutan secara langsung, seperti pengelola Wisata Sumber Nogo dan Wisata Selondo Ngawi. Tujuannya adalah menggali informasi mendalam, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta merumuskan solusi nyata untuk pengelolaan wisata di wilayah kerja Perum Perhutani. Disparpora Ngawi berkomitmen menciptakan tata kelola yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Pengembangan Wisata Hutan
Pengoptimalan tata kelola wisata hutan di Ngawi tidak dapat berjalan tanpa adanya sinergi antarlembaga. Disparpora Ngawi secara aktif berkoordinasi dengan Bakorwil Madiun, UPT Kehutanan Jatim, dan Perum Perhutani untuk memastikan keberlanjutan program. Koordinasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan hingga implementasi kebijakan di lapangan.
Wiwien Purwaningsih menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut merupakan fondasi penting bagi pengembangan destinasi wisata hutan. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat terintegrasi dan memberikan hasil maksimal. Keterlibatan Perum Perhutani, sebagai pengelola kawasan hutan, sangat krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang pariwisata.
Selain instansi pemerintah, pengelola wisata hutan lokal seperti Wisata Sumber Nogo dan Wisata Selondo Ngawi juga dilibatkan dalam proses koordinasi. Partisipasi mereka penting untuk mendapatkan masukan langsung dari lapangan dan memastikan solusi yang dirumuskan relevan dengan kebutuhan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus Utama dalam Tata Kelola Wisata Hutan Berkelanjutan
Ada beberapa aspek penting yang menjadi fokus utama dalam pengoptimalan tata kelola tempat wisata di kawasan hutan Ngawi. Aspek-aspek ini dirancang untuk memastikan pengembangan pariwisata yang komprehensif dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah menciptakan destinasi yang menarik sekaligus menjaga kelestarian alam.
Beberapa fokus utama tersebut meliputi:
- Aspek Legalitas Kerja Sama Pengelolaan: Memastikan semua perjanjian kerja sama antara pihak-pihak terkait memiliki dasar hukum yang kuat.
- Penguatan Aspek Kelembagaan dan Perizinan: Meningkatkan kapasitas kelembagaan pengelola wisata dan memastikan semua perizinan terpenuhi.
- Pengembangan Atraksi Wisata: Mengembangkan daya tarik wisata baru dan meningkatkan kualitas fasilitas yang sudah ada.
- Pelestarian Lingkungan dan Konservasi Kawasan: Menerapkan praktik pariwisata yang ramah lingkungan dan mendukung upaya konservasi.
- Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Hutan: Memastikan bahwa pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi langsung bagi komunitas lokal.
Melalui fokus pada poin-poin ini, Disparpora Ngawi berharap dapat menciptakan tata kelola destinasi wisata yang tidak hanya menarik wisatawan. Lebih dari itu, pengelolaan ini juga diharapkan dapat berkelanjutan, aman, nyaman, serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Ngawi.
Potensi Wisata Hutan Ngawi yang Menarik
Kabupaten Ngawi memiliki sejumlah objek wisata yang dikembangkan di kawasan hutan yang berada di bawah wilayah kerja Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi. Dua di antaranya adalah Wisata Selondo Ngawi dan Wisata Sumber Nogo. Kedua destinasi ini menawarkan pesona alam yang unik dan beragam aktivitas menarik bagi pengunjung.
Wisata Selondo Ngawi dan Wisata Sumber Nogo berlokasi di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Destinasi ini menyuguhkan pengalaman wisata alam hutan yang lengkap. Pengunjung dapat menikmati keindahan hutan, berkemah di area bumi perkemahan yang tersedia, atau mencoba berbagai aktivitas outbond yang menantang.
Daya tarik lain dari kedua objek wisata ini adalah adanya kolam renang alami yang menyegarkan, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan petualangan di alam terbuka. Dengan potensi yang besar, optimasi pengelolaan diharapkan dapat lebih mengangkat popularitas dan jumlah kunjungan ke wisata hutan di Ngawi.
Sumber: AntaraNews