Pemkab Bangka Barat Dampingi Pengembangan Desa Wisata, Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat aktif mendampingi upaya pengembangan desa wisata, khususnya di Desa Tebing, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara aktif mendampingi upaya pembangunan desa wisata. Pendampingan ini bertujuan untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Fokus utama pendampingan saat ini adalah Desa Tebing, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan pengelolaan wisata daerah dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Melalui pendampingan, diharapkan warga dan kelompok masyarakat semakin terampil. Mereka akan mampu mengelola serta mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki desa tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, menyatakan pendampingan ini telah dilaksanakan bersama Pemerintah Desa Tebing di Mentok, Senin. Program ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di desa.
Peningkatan Keterampilan dan Jaringan Pengelola Wisata
Fachriansyah menjelaskan bahwa pelatihan merupakan bagian integral dari pendampingan ini. Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan para pengelola potensi wisata desa. Ini juga membantu mereka mengembangkan jejaring yang lebih luas.
Peningkatan keterampilan dan jejaring sangat penting agar pariwisata yang dimiliki desa semakin berkembang. Berbagai materi diberikan kepada kelompok masyarakat. Materi ini mencakup tata kelola potensi dan manajerial usaha kepariwisataan.
Program ini diyakini mampu mendorong sumber daya manusia lokal. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini akan mendukung pengelolaan wisata di desa secara efektif.
Menggali Potensi Desa Tebing dan Peran Pemuda
Kepala Desa Tebing, Saimi, mengungkapkan bahwa desanya memiliki potensi strategis. Desa ini berada di pertengahan lintasan jalan antara Pangkalpinang-Mentok. Salah satu potensi utamanya adalah hamparan sawah yang luas.
Sawah ini dapat menjadi alternatif tempat beristirahat bagi para pelaku perjalanan dan wisatawan. Di kawasan Agrowisata Sawah Indah Tebing, beberapa fasilitas telah dilengkapi. Fasilitas tersebut meliputi saung, pondok, dan toilet.
Saimi berharap pelatihan bagi pemuda desa dapat meningkatkan pengelolaan potensi wisata yang ada. Ia meyakini potensi sawah sangat menjanjikan jika dikelola secara profesional. Pengelolaan maksimal akan meningkatkan perekonomian desa melalui sektor pariwisata.
Sinergi antara pemuda desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Pemerintah Desa sangat krusial. Kolaborasi ini akan memberikan dampak positif. Dampak tersebut mencakup kesejahteraan dan pendapatan desa. Pemkab Bangka Barat juga telah mendorong pemuda desa yang tergabung dalam Pokdarwis untuk mengikuti pelatihan wisata sebelumnya.
Sumber: AntaraNews