Hilirisasi Teh PTPN I: Bidik Pasar Eropa dengan Produk Premium
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mempercepat hilirisasi teh untuk memperluas pasar ekspor di Eropa, fokus pada produk premium dan peningkatan daya saing global. Strategi Hilirisasi Teh PTPN I ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi ekspor teh Indone
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mengambil langkah strategis dengan mempercepat hilirisasi teh guna memperluas jangkauan pasar ekspor, khususnya di wilayah Eropa. Upaya ini difokuskan pada penguatan produk teh premium dan peningkatan nilai tambah, sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.
Langkah ini merupakan bagian dari cetak biru ekspansi pasar yang telah disiapkan PTPN I, menyusul keberhasilan mereka menembus pasar premium di Kanada dan Dubai. Potensi pasar teh premium dunia yang terus meningkat menjadi pendorong utama strategi korporasi ini.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengungkapkan bahwa perusahaan kini tengah merancang langkah strategis untuk memperkuat posisi di Eropa. London, Inggris, dipilih sebagai pintu masuk utama untuk produk teh premium yang dikembangkan secara khusus.
Strategi PTPN I Memperluas Pasar Teh Premium Eropa
Setelah sukses menembus pasar teh premium di Kanada dan Dubai, PTPN I kini mengalihkan fokusnya ke benua Eropa. Korporasi tengah merancang cetak biru ekspansi pasar yang lebih luas, dengan London, Inggris, sebagai target utama.
Pengembangan varian produk teh premium baru dirancang khusus untuk dipasarkan di London, yang dianggap sebagai gerbang menuju pasar Eropa yang lebih luas. Strategi ini melibatkan kolaborasi taktis dengan berbagai merek teh terkemuka dunia.
Kemitraan strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk teh Indonesia di kancah internasional. PTPN I optimistis bahwa melalui percepatan hilirisasi teh, inovasi produk, dan perluasan pasar premium, kontribusi ekspor teh Indonesia akan meningkat signifikan.
Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Teh PTPN I
PTPN I terus memperkokoh posisinya di industri teh global dengan mengandalkan mutu premium dan areal perkebunan yang luas. Perusahaan BUMN ini optimistis mampu bersaing dengan produsen utama dunia seperti Kenya, India, dan Sri Lanka.
Saat ini, total areal tanaman menghasilkan (TM) teh yang dikelola PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Hingga Mei 2026, perusahaan membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare.
Tren produksi teh kering PTPN I menunjukkan grafik yang fluktuatif namun cenderung menguat secara signifikan pada sisi produktivitas lahan. Pada tahun 2022, produksi kering mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitas 1.685 kg/ha.
Meskipun sempat terkoreksi pada tahun 2023 menjadi 25,97 juta kilogram (produktivitas 1.499 kg/ha), produksi kembali bangkit di tahun 2024 dengan raihan 28,44 juta kilogram (produktivitas 1.651 kg/ha). Performa produktivitas melonjak tajam pada tahun 2025, menembus angka 2.004 kg/ha dengan total produksi kering mencapai 29,28 juta kilogram.
Catatan operasional yang impresif ini berbanding lurus dengan serapan pasar internasional. Sepanjang tahun lalu, PTPN I sukses mengapalkan volume ekspor hingga 8,9 juta kilogram.
Diversifikasi Produk dan Inovasi untuk Pasar Domestik dan Global
Peta pasar ekspor PTPN I telah menjangkau berbagai negara, dengan Malaysia sebagai tujuan utama, diikuti Korea, Thailand, serta sejumlah pasar potensial lainnya di Asia. Produk teh korporasi juga merambah kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga menembus pasar ketat Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.
Mutu teh PTPN I mampu bersaing dengan produk dari Kenya, India, dan Sri Lanka, bahkan telah dipasarkan di gerai Twinings, London, Inggris.
Selain mempertahankan dominasi di pasar teh curah (bulky), PTPN I juga memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di pasar domestik. Ini dilakukan melalui penguatan produk ritel unggulan, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas.
Korporasi juga mengembangkan produk teh siap minum atau Ready to Drink (RTD) sebagai inovasi untuk merangkul generasi muda agar kembali melirik dan mengonsumsi teh lokal. PTPN I juga memanfaatkan media sosial secara masif untuk mengedukasi anak muda tentang filosofi serta manfaat kesehatan di balik kebiasaan minum teh.
Aris Handoyo menambahkan bahwa PTPN I juga mendorong produk teh premium lokal masuk ke kafe sebagai strategi menjadikan konsumsi teh kembali menjadi bagian gaya hidup generasi muda.
Sumber: AntaraNews