Rombak Direksi Pelni: Budi Setyawan Wijaya Jabat Direktur Utama
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melakukan rombak direksi besar-besaran, menunjuk Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama yang baru. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan pelayaran nasional tersebut.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) baru saja melakukan perombakan besar pada jajaran direksinya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025. Keputusan penting ini menunjuk Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan Tri Andayani. Perubahan ini diharapkan dapat membawa Pelni menuju kinerja yang lebih baik di masa mendatang dalam sektor transportasi laut dan logistik maritim.
Pergantian jajaran direksi ini diumumkan oleh Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Jakarta. Keputusan tersebut didasarkan pada Salinan Keputusan Kepala BP Nomor SR-322/BP/06/2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026. RUPS yang dihadiri oleh pejabat PT Danantara Asset Management dan BP BUMN ini juga menyetujui laporan keuangan serta kinerja perusahaan untuk tahun 2025.
Selain pergantian pucuk pimpinan, beberapa posisi direksi lainnya juga mengalami perubahan signifikan. Anik Hidayati digantikan oleh Triswahyu Herlina sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta Kokok Susanto bergeser posisi. Perombakan ini mencerminkan komitmen Pelni untuk terus beradaptasi dan meningkatkan efisiensi operasionalnya dalam mendukung konektivitas maritim nasional.
Detail Perubahan Susunan Direksi Pelni
Dalam perombakan jajaran direksi PT Pelni, Budi Setyawan Wijaya resmi menjabat sebagai Direktur Utama, menggantikan Tri Andayani yang sebelumnya memegang posisi tersebut. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya strategis perusahaan untuk memperkuat kepemimpinan dan mencapai target bisnis yang telah ditetapkan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Kamis malam, 18 Juni 2026, di Gedung BP BUMN, Jakarta.
Selain posisi Direktur Utama, terjadi pula pergantian pada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, di mana Triswahyu Herlina ditunjuk menggantikan Anik Hidayati. Pergeseran posisi juga terjadi pada Kokok Susanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, kini menempati posisi Direktur Armada dan Teknik. Penunjukan ini menunjukkan adanya restrukturisasi internal untuk mengoptimalkan fungsi dan tanggung jawab masing-masing direktur.
Untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, manajemen Pelni menunjuk Hana Suhardi. Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar dan inovasi dalam pengelolaan bisnis angkutan barang serta program tol laut yang menjadi salah satu fokus utama Pelni. Seluruh keputusan ini telah disahkan berdasarkan Salinan Keputusan Kepala BP Nomor SR-322/BP/06/2026 tertanggal 18 Juni 2026, menegaskan legalitas dan kekuatan hukum dari perombakan direksi ini.
Apresiasi untuk Jajaran Direksi Sebelumnya
PT Pelni menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh jajaran direksi sebelumnya. Secara khusus, Tri Andayani, Anik Hidayati, dan Robert MP Sinaga mendapatkan penghargaan atas kepemimpinan mereka yang telah membawa transformasi signifikan bagi perusahaan. Mereka tidak hanya berhasil melakukan perubahan di bidang bisnis dan layanan, tetapi juga menjadi teladan pemimpin yang berintegritas dan profesional.
Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, menegaskan bahwa “Kami menyampaikan terima kasih kepada ketiganya atas kepemimpinan yang sukses melakukan transformasi Perusahaan selama periode 2022-2026 dan telah membangun fondasi kuat bagi keberlanjutan Perusahaan.” Pernyataan ini menunjukkan pengakuan resmi terhadap dampak positif yang telah mereka ciptakan selama masa jabatannya. Fondasi yang kuat ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi direksi baru untuk melanjutkan dan mengembangkan kinerja Pelni di masa mendatang.
Transformasi yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, pengembangan layanan pelanggan, hingga penguatan posisi Pelni sebagai BUMN sektor transportasi laut dan logistik maritim. Dedikasi para direksi sebelumnya telah meletakkan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan, memastikan bahwa Pelni tetap menjadi pemain kunci dalam industri pelayaran nasional. Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras dan capaian yang telah mereka ukir.
Susunan Lengkap Direksi dan Komisaris Pelni Terkini
Dengan adanya perombakan ini, PT Pelni kini memiliki susunan jajaran direksi yang baru, siap untuk mengemban amanah dan tantangan ke depan. Susunan direksi terbaru PT Pelni adalah sebagai berikut:
- Direktur Utama: Budi Setyawan Wijaya
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Triswahyu Herlina
- Direktur Armada dan Teknik: Kokok Susanto
- Direktur SDM dan Umum: Heri Purnomo
- Direktur Usaha Angkutan Penumpang: Nuraini Dessy W
- Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut: Hana Suhardi
Selain jajaran direksi, susunan Dewan Komisaris Pelni juga telah ditetapkan untuk memastikan pengawasan dan tata kelola perusahaan yang baik. Dewan Komisaris Pelni terdiri dari:
- Komisaris Utama: Soenarko Gatie Atmodjo
- Komisaris: Faturohman
- Komisaris: Budi Mantoro
- Komisaris: Moekhlas Sidik
- Komisaris Independen: Sosialisman Hidayat Hasibuan
Susunan lengkap ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara direksi dan dewan komisaris, demi tercapainya visi dan misi PT Pelni sebagai perusahaan pelayaran nasional terkemuka. Dengan kepemimpinan yang baru, Pelni siap menghadapi dinamika pasar dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian Indonesia.
Kiprah dan Kontribusi Pelni dalam Transportasi Laut Nasional
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa pelayaran, PT Pelni memegang peranan vital dalam konektivitas maritim Indonesia. Saat ini, Pelni mengoperasikan armada yang luas, termasuk 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan di seluruh Nusantara. Layanan ini menjadi tulang punggung transportasi bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.
Selain angkutan penumpang, Pelni juga aktif dalam program tol laut melalui 30 trayek kapal perintis. Kapal-kapal perintis ini menjadi sarana aksesibilitas krusial bagi mobilitas penduduk di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Dengan menyinggahi 229 pelabuhan melalui total 516 ruas dan 2.515 rute, Pelni memastikan distribusi barang dan mobilitas warga dapat berjalan lancar, mendukung pemerataan pembangunan.
Dalam mendukung konektivitas, Pelni juga mengoperasikan sebanyak 17 kapal rede (perintis) yang beroperasi di berbagai wilayah. Untuk pelayanan bisnis logistik, Pelni saat ini mengoperasikan delapan trayek tol laut yang vital untuk distribusi barang antar pulau, serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. Kontribusi Pelni ini sangat signifikan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Indonesia, menegaskan perannya sebagai pilar utama dalam sistem transportasi dan logistik maritim nasional.
Sumber: AntaraNews