Menbud Fadli Zon Harap Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang Dorong Ekonomi Warga dan Pariwisata Budaya

Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Lima Puluh Kota diharapkan Menbud Fadli Zon dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui pengembangan destinasi wisata. Simak potensi lengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menbud Fadli Zon Harap Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang Dorong Ekonomi Warga dan Pariwisata Budaya
Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Lima Puluh Kota diharapkan Menbud Fadli Zon dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui pengembangan destinasi wisata. Simak potensi lengkapnya! (AntaraNews)

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyatakan harapannya bahwa pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pemugaran ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi budaya dan wisata yang menarik.

Fadli Zon menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak setelah renovasi selesai. Dukungan tersebut mencakup partisipasi aktif masyarakat, pemerintah kabupaten, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk mengaktivasi fungsi masjid secara optimal.

Peresmian tahap pertama pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang telah dilaksanakan pada Jumat (19/6) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Masjid bersejarah yang berdiri kokoh sejak tahun 1834 ini merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi.

Potensi Ekonomi dan Pelestarian Cagar Budaya

Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa setelah renovasi, aktivasi masjid sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi ekonomi di sekitarnya. Aktivasi ini membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD setempat.

Masjid Tuo Ampang Gadang, yang telah berusia hampir dua abad, merupakan cagar budaya penting yang perlu terus dilestarikan. Upaya pelestarian ini tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui sektor pariwisata.

Pelestarian cagar budaya seperti Masjid Tuo Ampang Gadang dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan.

Fadli Zon berharap masjid bersejarah ini akan terus hidup bersama komunitasnya, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari pelestarian sejarah dan tradisi keagamaan lokal. Hal ini akan memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat setempat.

Pengembangan Kawasan dan Keunikan Arsitektur

Tahap lanjutan pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang akan mencakup penataan kawasan di sekitarnya. Rencana ini meliputi pemasangan pagar dan penyediaan informasi yang komprehensif bagi pengunjung, dengan target rampung pada tahun 2026.

Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menyambut baik program pemugaran ini. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kebudayaan dan sangat mendukung pembangunan daerah.

Pada tahap berikutnya, pemerintah akan memugar menara masjid yang dibangun pada tahun 1901. Menara ini diyakini memiliki arsitektur unik, hasil akulturasi budaya Minangkabau dengan budaya Mughal dari Asia Tengah, menambah daya tarik sejarahnya.

Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Masjid Tuo Ampang Gadang sebagai destinasi terpadu. Kawasan ini akan menjadi pusat wisata budaya, sejarah, religi, kuliner, dan alam, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi