Literasi Produk UMKM Kunci Perluas Pangsa Pasar Global, Kata Anggota DPR
Anggota DPR menyoroti pentingnya literasi produk UMKM agar mampu bersaing dan memperluas pangsa pasar, baik di tingkat lokal maupun internasional, dengan komunikasi yang efektif.
Anggota Komisi VII DPR, Samuel Wattimena, menekankan pentingnya literasi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam upaya memperluas pangsa pasar. Pernyataan ini disampaikan Samuel usai mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Literasi produk UMKM merujuk pada kemampuan pelaku usaha untuk memahami, mengemas, serta mengomunikasikan keunggulan produknya secara efektif. Hal ini krusial untuk menembus pasar yang lebih luas, baik di kancah domestik maupun global.
Kegiatan bimbingan teknis tersebut diselenggarakan bersama Kemenekraf, bertujuan membekali para pelaku UMKM dengan strategi pemasaran yang lebih inovatif. Samuel Wattimena mengingatkan bahwa literasi produk UMKM menjadi kunci daya saing produk.
Strategi Komunikasi Produk untuk Pasar Global
Samuel Wattimena menyoroti bahwa produk UMKM yang mengikuti acara lokal tidak akan bermasalah jika menggunakan bahasa Indonesia. Namun, untuk ajang internasional, diperlukan materi pendamping dalam bahasa asing, seperti flyers, agar konsumen global memahami keunggulan produk.
Literasi produk UMKM mencakup kemampuan mengemas dan mengomunikasikan keunggulan melalui konten kreatif. Ini bisa berupa storytelling, edukasi, live streaming, hingga pemasaran digital yang menarik perhatian calon pembeli.
Pelaku UMKM harus senantiasa peduli kepada siapa produk mereka akan dipresentasikan. Pemahaman target pasar sangat menentukan cara penyampaian informasi dan promosi yang paling efektif.
Detail Informasi Produk untuk Keamanan dan Nilai Tambah
Pentingnya mencantumkan informasi detail produk tidak hanya untuk menarik perhatian, tetapi juga demi keamanan konsumen. Samuel Wattimena mencontohkan, produk makanan harus jelas mencantumkan bahan baku dan potensi alergen, seperti kacang, untuk menghindari masalah fatal.
Lebih lanjut, untuk produk seperti sambal, informasi mengenai bahan baku, tingkat kepedasan, dan karakteristik lainnya perlu dijelaskan secara rinci. Penjelasan ini memberikan pemahaman utuh kepada konsumen tentang produk yang akan mereka beli.
Selain itu, informasi tentang daerah penghasil produk juga dapat meningkatkan nilai jual. Misalnya, menyebutkan bahwa produk berasal dari Kendal atau Salatiga dapat memberikan nilai lebih karena konsumen mengetahui asal-usul dan keunikan daerah tersebut.
Samuel juga menekankan bahwa mencantumkan kepedulian produk terhadap lingkungan atau aspek sosial akan memberikan nilai tambah signifikan. Konsumen modern cenderung memilih produk yang memiliki dampak positif bagi masyarakat dan alam.
Inovasi Kemasan untuk Daya Tarik Konsumen
Selain informasi substantif, inovasi dalam kemasan juga menjadi elemen penting dalam literasi produk UMKM. Samuel Wattimena mengusulkan penambahan pantun-pantun jenaka pada kemasan produk.
Ide ini bertujuan untuk menciptakan daya tarik unik yang membedakan produk UMKM dari kompetitor lainnya. Pantun singkat dapat membuat kemasan lebih interaktif dan berkesan bagi konsumen.
Samuel membandingkan ide ini dengan pengalaman di penerbangan yang sering menyajikan pantun, menunjukkan bahwa sentuhan kreatif semacam itu efektif menarik perhatian. Inovasi kecil ini bisa menjadi pembeda besar di pasar.
Sumber: AntaraNews