Harga Telur Melonjak Drastis, Pemkot Palu Sidak Ketersediaan Telur dan Daging Ayam, Ini Biang Keroknya!
Pemkot Palu melakukan sidak ketersediaan Harga Telur dan Daging Ayam di pasaran, menemukan penyebab kenaikan harga yang meresahkan masyarakat dan program makan bergizi gratis.
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap ketersediaan komoditas telur dan daging ayam di pasaran lokal. Sidak ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, pada Kamis (30/10).
Langkah ini diambil menyusul laporan kenaikan harga telur yang cukup meresahkan masyarakat, terutama telur ukuran jumbo dan kecil. Pemantauan dilakukan di beberapa distributor besar untuk memahami akar permasalahan.
Tujuan utama sidak adalah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab fluktuasi harga yang berdampak luas, termasuk pada program makan bergizi gratis.
Penyebab Kenaikan Harga Telur dan Upaya Pemantauan
Dari hasil sidak yang dilakukan di distributor seperti Raja Telur di Jalan Martadinata, PT Laris Manis Utama di Pergudangan Layana Indah Jalan Soekarno-Hatta, dan PT Segar Kumala Indonesia Tbk, ditemukan bahwa harga telur ayam mengalami kenaikan signifikan. Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyatakan bahwa harga telur jumbo mencapai Rp63 ribu per rak, sementara ukuran kecil Rp58 ribu.
“Di pasaran agak sedikit naik harga telur ayam. Telur yang ukurannya jumbo Rp63 ribu per rak, dan ukuran kecil Rp58 ribu. Ini cukup meresahkan, karena harganya tinggi,” kata Imelda. Kenaikan ini memicu kekhawatiran di kalangan konsumen dan pemerintah daerah.
Setelah berdialog dengan para distributor, terungkap bahwa penyebab utama lonjakan harga telur adalah kelangkaan pakan ayam, khususnya jagung. Kondisi ini secara langsung meningkatkan biaya produksi bagi peternak, yang kemudian berimbas pada harga jual di pasaran.
Imelda menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga telur dan ayam selama satu pekan ke depan. Ia juga telah meminta Satgas Pangan untuk melakukan pemantauan harga setiap hari guna mencegah spekulasi dan lonjakan harga yang tidak wajar.
Dampak pada Program Makan Bergizi dan Kondisi Daging Ayam
Kenaikan harga telur ini tidak hanya membebani masyarakat, tetapi juga berdampak pada operasional dapur umum program makan bergizi gratis (MBG) yang banyak menggunakan bahan tersebut. Kebutuhan besar dari program ini turut mempengaruhi dinamika harga di pasaran.
“Salah satu penyebabnya karena kebutuhan dari dapur MBG yang besar,” ujar Imelda, menjelaskan bagaimana permintaan dari program pemerintah juga menjadi faktor. Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara kebijakan dan ketersediaan pangan.
Sementara itu, untuk harga daging ayam, Imelda menyebutkan bahwa harganya masih berada pada kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per ekor. Meskipun demikian, stok daging ayam bervariasi di tiap distributor, dan sebagian masyarakat mulai beralih ke ayam beku (frozen) karena harga ayam segar yang relatif lebih tinggi.
Pemerintah Kota Palu berharap adanya intervensi dari pemerintah pusat untuk menstabilkan harga telur dan ayam. Intervensi serupa telah dilakukan pada komoditas beras melalui kebijakan harga eceran tertinggi (HET), yang diharapkan dapat diterapkan juga untuk komoditas pangan lainnya.
Stok Aman, Stabilisasi Harga Menjadi Prioritas
Meskipun harga telur mengalami kenaikan, hasil sidak memastikan bahwa stok ayam di dua gudang besar Kota Palu dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini memberikan sedikit kelegaan terkait ketersediaan pasokan protein hewani.
Untuk telur, ketersediaan di pasaran juga cukup, namun tantangan utamanya adalah stabilisasi harga. Faktor pakan yang langka dan mahal menjadi kunci utama yang harus diatasi untuk mengembalikan harga telur ke tingkat yang wajar.
Pemantauan berkelanjutan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan Satgas Pangan, menjadi krusial. Tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kelancaran program-program pemerintah yang bergantung pada komoditas ini.
Sumber: AntaraNews