Tes Narkoba KAI Semarang: Pastikan Petugas Prima Jelang Angkutan Lebaran 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang menggelar inspeksi mendadak tes narkoba kepada seluruh petugas operasional. Inisiatif ini menegaskan komitmen KAI Semarang dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api, terutama menjelang angkutan Lebar
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang secara proaktif menggelar inspeksi mendadak (sidak) tes narkoba bagi seluruh petugas yang terlibat langsung dalam operasional perjalanan kereta api. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya persiapan menghadapi masa angkutan Lebaran 2026.
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa setiap petugas yang bertugas berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima, bebas dari pengaruh penyalahgunaan narkotika. Tes narkoba ini menyasar berbagai awak sarana perkeretaapian dan pekerja stasiun di wilayah Daop 4 Semarang.
Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang. Prioritas utama KAI adalah memberikan layanan terbaik tanpa kompromi terhadap faktor keamanan.
Komitmen KAI Daop 4 Semarang Jamin Keselamatan Angkutan Lebaran
KAI Daop 4 Semarang menunjukkan keseriusannya dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api, terutama menjelang periode padat seperti angkutan Lebaran 2026. Tes narkoba mendadak ini menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pencegahan insiden.
Luqman Arif menegaskan bahwa petugas perjalanan merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan bertanggung jawab atas kelancaran operasional. Oleh karena itu, kondisi kesehatan dan bebas narkotika mereka sangat krusial.
Kegiatan ini juga selaras dengan standar operasional prosedur (SOP) KAI yang ketat untuk menjaga integritas dan profesionalisme seluruh karyawannya. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar.
Prosedur dan Hasil Tes Narkoba yang Transparan
Pelaksanaan tes narkoba dilakukan secara acak dan mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada para petugas. Hal ini untuk memastikan objektivitas dan keaslian hasil pemeriksaan.
Beberapa awak sarana perkeretaapian di UPT crew Semarang Poncol menjadi sasaran awal dari inspeksi ini. Program pengecekan melibatkan masinis, asisten masinis, kondektur, teknisi kereta api, polsuska, prama/prami, petugas kebersihan, petugas perlintasan, dan pekerja stasiun lainnya.
Dalam tes ini, digunakan alat tes urine dengan enam parameter deteksi, meliputi Amphetamine (AMP), Morphine/Opiate (MOP), Mariyuana (THC), Cocaine (COC), Methamphetamine (MET), dan Benzoidazepine (BZD). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh peserta memiliki hasil negatif.
"Ini menjadi bukti bahwa para pekerja KAI Daop 4 Semarang bebas dari penyalahgunaan narkotika," ujar Luqman Arif. Hasil ini memberikan jaminan awal tentang kesiapan petugas.
Upaya Berkelanjutan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
KAI Daop 4 Semarang tidak akan berhenti pada satu kali sidak saja. Luqman Arif menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rahasia dan acak di seluruh wilayah Daop 4.
Tindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk memastikan tidak ada petugas yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Keterlibatan narkotika dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan mengancam nyawa penumpang.
Fokus pada kondisi fisik dan mental prima bagi setiap petugas yang berdinas menjadi landasan utama kebijakan ini. KAI berkomitmen penuh untuk menjaga standar keamanan tertinggi demi kenyamanan dan kepercayaan masyarakat.
Sumber: AntaraNews