Wagub Sulteng Ajak Gapembi Kolaborasi Tingkatkan Gizi Anak, Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido mengajak Gapembi Sulteng berkolaborasi untuk mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis, demi meningkatkan kualitas gizi anak di Sulteng.
Palu, Sulawesi Tengah – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A. Lamadjido, menyerukan ajakan kolaborasi kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Sulteng. Ajakan ini bertujuan untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang krusial dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang lebih sehat dan cerdas.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Wagub Reny A. Lamadjido saat menghadiri kegiatan pelantikan pengurus DPW Gapembi Sulteng yang berlangsung di Palu pada hari Sabtu. Sebagai seorang dokter, Reny memahami betul pentingnya asupan gizi yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Ia menekankan bahwa pemberian makanan bergizi pada waktu yang optimal akan secara signifikan merangsang fungsi otak anak menjadi lebih baik, membentuk dasar kuat untuk masa depan mereka.
Program Makan Bergizi Gratis ini dinilai sangat baik dan prospektif untuk anak-anak di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung program ini melalui pengawasan dan koordinasi yang efektif, memastikan setiap langkah berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif yang maksimal.
Sinergi Pemerintah dan Pengawasan Program Gizi
Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido secara tegas menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi yang erat antara semua pemangku kepentingan. Koordinasi ini termasuk dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah serta Gapembi yang berperan sebagai mitra utama program. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Gapembi, dan KPPG dianggap sangat vital agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga memiliki peran krusial dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Reny A. Lamadjido menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif di lapangan. Ia bahkan menegaskan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan jika ada masalah yang muncul, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keberlangsungan dan efektivitas program.
Selain pengawasan terhadap implementasi program, Wagub Reny juga mengungkapkan bahwa pihaknya turut memantau potensi inflasi daerah. Hal ini penting mengingat peningkatan kebutuhan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis berpotensi mempengaruhi harga pasar. Setiap kendala atau tantangan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik antar pihak, menghindari saling menyalahkan, dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bersama demi perbaikan program ke depan.
Perluasan Jangkauan Dapur Makan Bergizi ke Pedesaan
Sementara itu, Ketua DPW Gapembi Sulteng, Zainal Abidin Ishak, menyatakan komitmen pihaknya untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar anggota. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis yang ada di wilayah Sulawesi Tengah dapat tertata dengan baik dan efisien. Pengelolaan yang terstruktur akan mendukung distribusi makanan bergizi secara merata.
Zainal Abidin Ishak mengakui bahwa saat ini, sebagian besar dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Tengah masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, Gapembi Sulteng ke depan akan memprioritaskan perluasan jangkauan dapur ke wilayah pedesaan. Fokus ini sangat penting agar anak-anak di desa juga dapat menerima manfaat makan bergizi dan tidak tertinggal dari program ini.
Pihaknya berupaya keras memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara luas. Zainal Abidin Ishak juga menekankan pentingnya kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal secara maksimal.
Sumber: AntaraNews