Makan Bergizi Gratis Bengkayang Sasar Anak Perbatasan Indonesia-Malaysia
Pemerintah Kabupaten Bengkayang meluncurkan program Makan Bergizi Gratis Bengkayang di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, memastikan akses gizi optimal bagi generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, telah memulai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di Kecamatan Ledo. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di daerah tersebut mendapatkan akses gizi yang baik.
Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menegaskan bahwa program MBG di wilayah perbatasan antar-negara ini adalah bentuk perhatian serius pemerintah. Tujuannya adalah menunjang kesehatan dan pendidikan anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ini telah dimulai sejak akhir Februari lalu dan direncanakan akan terus berlanjut. Program ini akan diperluas ke daerah-daerah lain di Kabupaten Bengkayang, menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah daerah.
Pentingnya Gizi untuk Generasi Perbatasan
Wakil Bupati Syamsul Rizal menekankan betapa pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak, terutama mereka yang berada di wilayah perbatasan. Gizi yang optimal sangat krusial untuk meningkatkan konsentrasi belajar serta mendukung perkembangan fisik dan mental para siswa.
“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda, khususnya yang berada di wilayah perbatasan. Anak-anak kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang baik,” kata dia di Bengkayang, Sabtu.
Dengan pemenuhan gizi yang memadai, diharapkan anak-anak di perbatasan dapat memiliki fondasi yang kuat. Ini akan membantu mereka untuk tumbuh kembang secara optimal dan siap bersaing di masa depan.
Pelaksanaan dan Harapan Program MBG Bengkayang
Program Makan Bergizi Gratis di wilayah perbatasan ini dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ledo. SPPG berperan sebagai ujung tombak dalam penyaluran bantuan gizi kepada para peserta didik.
Pemerintah daerah akan terus mendorong pelaksanaan program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini termasuk melalui sektor pendidikan dan kesehatan, sebagai investasi jangka panjang bagi Bengkayang.
“Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, serta melibatkan seluruh unsur sekolah dan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa,” ujar Syamsul Rizal. Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat memaksimalkan dampak positif program ini.
Melalui program Makan Bergizi Gratis Bengkayang ini, diharapkan kualitas gizi peserta didik dapat meningkat secara signifikan. Ini sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang.
Sumber: AntaraNews