Ribuan Warga Bengkayang Khusyuk Tunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Kompi

Ribuan umat Muslim di Kabupaten Bengkayang memadati Lapangan Kompi Senapan C untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H, menandai kemenangan setelah Ramadhan dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Warga Bengkayang Khusyuk Tunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Kompi
Ribuan umat Muslim di Kabupaten Bengkayang memadati Lapangan Kompi Senapan C untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H, menandai kemenangan setelah Ramadhan dengan penuh khidmat dan kebersamaan. (AntaraNews)

Ribuan umat Muslim di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan khidmat menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3) pagi. Pelaksanaan shalat berjamaah ini dipusatkan di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas. Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai memadati lokasi yang berada di lingkungan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha tersebut.

Antusiasme warga terlihat jelas dengan saf-saf yang terisi rapat hingga ke tepi lapangan, menunjukkan semangat kebersamaan. Gema takbir berkumandang menambah suasana religius yang mendalam di kawasan tersebut. Momen ini menjadi penanda kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Pelaksanaan Shalat Id dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Riza dan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab. Turut hadir pula tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat, memperkuat nuansa kebersamaan dalam perayaan hari besar umat Islam ini.

Antusiasme Warga dan Pesan Khutbah Idul Fitri

Lapangan Kompi Senapan C menjadi pusat berkumpulnya ribuan umat Muslim Bengkayang untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri. Sejak dini hari, jamaah berdatangan, mengisi setiap sudut lapangan dengan tertib dan penuh semangat. Kapasitas lokasi yang mampu menampung hingga 2000 orang terisi penuh, mencerminkan tingginya animo masyarakat.

Suasana pagi itu diwarnai oleh gema takbir yang tak henti-hentinya, menciptakan atmosfer spiritual yang kuat. Kebersamaan dan kekhusyukan jamaah menjadi pemandangan yang mengharukan, menegaskan makna Idul Fitri sebagai hari kemenangan dan syukur.

Dalam khutbahnya, Khatib Syamsul Bahri menyampaikan pesan penting mengenai esensi Idul Fitri. Beliau menekankan perlunya menjaga hubungan baik dalam keluarga serta antar sesama warga Bengkayang. Pesan ini bertujuan untuk memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Khatib juga menyerukan agar setiap individu menghapus ego sektoral demi terciptanya harmoni sosial yang berkelanjutan. Pesan ini relevan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Bengkayang.

Persiapan Matang dan Harapan Pengurus PHBI

Pengurus PHBI Kabupaten Bengkayang, melalui Aris, menyatakan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri telah dilakukan secara maksimal. Ini mencakup penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai untuk kenyamanan jamaah. Kelancaran acara menjadi prioritas utama bagi panitia.

“Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Idul Fitri berjalan dengan lancar. Kapasitas jemaah di lokasi ini mencapai 2000 orang,” ujar Aris, mengungkapkan rasa syukurnya.

Aris berharap momentum Idul Fitri ini dapat menjadi ajang bagi masyarakat untuk kembali ke fitrah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mempererat tali silaturahmi antarwarga setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Senada dengan itu, Suandi dari Pengurus Masjid Agung Syuhada Bengkayang mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum saling memaafkan. Ia juga mendorong penguatan toleransi sosial di tengah masyarakat.

Idul Fitri: Hari Kemenangan dan Toleransi Sosial

Suandi menegaskan bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan semangat persatuan. “Harapan kita, masyarakat terus menjaga silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat rasa saling menghormati dan menghargai,” katanya. Pesan ini merangkum esensi perayaan Idul Fitri.

Beliau menambahkan bahwa nilai-nilai toleransi dan kebersamaan perlu terus dipupuk dan dijaga. Hal ini penting agar Kabupaten Bengkayang dapat semakin harmonis dan terus maju dalam berbagai aspek kehidupan.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung aman dan lancar berkat pengamanan ketat dari personel gabungan. Tim pengamanan terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Koordinasi yang baik antarinstansi memastikan kelancaran acara.

Usai shalat, suasana haru dan sukacita tampak jelas saat para jemaah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib, membawa pulang semangat kebersamaan dan kemenangan Idul Fitri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi