Harga Sapi dan Kambing Kurban Jelang Idul Adha 2026
Pedagang mengungkapkan bahwa kenaikan biaya pakan berdampak pada harga hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.
Menjelang perayaan Iduladha, harga hewan kurban di berbagai lokasi penjualan di Jakarta Barat mulai menunjukkan kenaikan. Para pedagang menjelaskan bahwa lonjakan biaya pakan menjadi penyebab utama harga sapi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Fachry, pengelola Bumi Sejuta Sapi, mengungkapkan bahwa harga sapi mengalami kenaikan berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
Ia menambahkan bahwa kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya pakan ternak di kalangan peternak.
"Kalau dibanding tahun lalu memang ada kenaikan cukup signifikan. Untuk sapi yang biasanya dijual Rp 20 juta, sekarang bisa sampai Rp 23 juta," ujar Fachry dikutip dari Liputan6.com, Senin (11/5/2026).
Bumi Sejuta Sapi menawarkan sapi dari Lampung Timur dengan rentang harga mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 110 juta.
Salah satu sapi terbesar di kandang tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton dan dijual seharga Rp 110 juta.
Fachry menjelaskan bahwa sebagian besar sapi yang dijual didatangkan langsung dari peternakan di Lampung Timur.
Selain berkolaborasi dengan kandang kelompok, mereka juga memiliki kandang pribadi untuk pemeliharaan sapi.
"Mayoritas sapi memang dari Lampung Timur. Ada yang dari kandang kelompok dan ada juga yang kami pelihara sendiri," katanya.
Meskipun harga mengalami kenaikan, penjualan hewan kurban tetap menunjukkan peningkatan menjelang Iduladha.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Saiful, pengelola Putra Jakarta Farm. Ia menyatakan bahwa harga sapi di tempatnya juga mengalami kenaikan sekitar Rp 2 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kenaikan memang sudah terasa tahun ini, terutama karena faktor pakan dan biaya di peternak," kata Saiful.
Usaha Masih Menjanjikan
Putra Jakarta Farm, yang terletak di Meruya Ilir, Jakarta Barat, menawarkan sapi dengan harga berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta per ekor.
Hewan kurban yang dijual di tempat ini juga berasal dari Lampung. Saiful, pemilik farm, menjelaskan bahwa permintaan untuk sapi biasanya mulai meningkat sekitar sebulan sebelum perayaan Iduladha.
Para pembeli datang dengan berbagai kebutuhan, mulai dari ukuran hingga jenis sapi yang mereka inginkan.
"Biasanya sebulan sebelum Iduladha sudah mulai ramai. Pembeli juga punya permintaan yang berbeda-beda," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa usaha penjualan hewan kurban yang telah dijalankannya selama lima tahun ini masih cukup menjanjikan, terutama saat momentum Iduladha tiba.