Harga Cabai Makassar Melonjak Drastis Jelang Ramadhan, Tembus Rp55 Ribu per Kilogram
Harga cabai di Makassar mengalami lonjakan signifikan hingga Rp55 ribu per kilogram menjelang Ramadhan. Kenaikan harga cabai Makassar ini dipicu oleh kurangnya pasokan dan faktor cuaca ekstrem.
Harga cabai di Makassar mengalami lonjakan signifikan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026. Kenaikan ini terpantau di berbagai pasar tradisional di ibu kota Sulawesi Selatan. Fenomena ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan pedagang setempat.
Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah cabai kecil, yang harganya melonjak drastis. Kondisi ini diperparah dengan momentum perayaan Imlek yang berdekatan dengan awal puasa. Situasi ini menciptakan tantangan baru bagi stabilitas harga pangan di wilayah tersebut.
Penyebab utama kenaikan harga ini diduga kuat karena pasokan yang berkurang dari daerah sentra produksi. Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga turut memengaruhi hasil panen petani. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan tingginya permintaan pasar.
Lonjakan Harga Komoditas Pangan dan Faktor Penyebab
Pedagang di Pasar Pabaeng'baeng Makassar, Sriwahyuni, mengungkapkan bahwa harga cabai kecil kini mencapai Rp55 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga komoditas ini hanya berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Kenaikan drastis ini tentu membebani konsumen menjelang bulan puasa.
Namun, kenaikan harga tidak terjadi pada semua jenis cabai. Cabai merah keriting dan cabai besar dilaporkan masih stabil di harga normal, yakni Rp20 ribu per kilogram. Selain cabai, harga tomat juga ikut merangkak naik dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.
Menurut Sriwahyuni, kurangnya stok dari daerah menjadi pemicu utama kenaikan harga cabai dan tomat. Ia menduga cuaca buruk menyebabkan banyak petani mengalami penurunan hasil panen. Sementara itu, permintaan pasar justru meningkat signifikan menjelang hari besar keagamaan.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah berdekatan waktunya perayaan Imlek pada 17 Februari 2026 dan prediksi awal puasa pada 18 Februari 2026. Momen-momen ini secara historis selalu memicu peningkatan permintaan kebutuhan pokok. Kondisi ini membuat pasokan barang menjadi semakin terbatas di pasaran.
Kondisi Harga Komoditas Lain dan Tanggapan PD Pasar Raya
Berbeda dengan cabai dan tomat, beberapa komoditas lain masih menunjukkan stabilitas harga. Rudianto, pedagang lain, menyatakan bahwa harga ayam dan bumbu dapur belum mengalami kenaikan signifikan. Harga daging ayam, yang sempat mencapai Rp37-40 ribu per kilogram bulan lalu, kini kembali stabil di Rp34 ribu per kilogram.
Meskipun demikian, bawang merah terpantau naik Rp10 ribu per kilogram dari harga semula Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang putih masih bertahan di harga normal Rp35 ribu per kilogram. Harga telur juga menunjukkan penurunan, dari Rp52-55 ribu menjadi Rp50 ribu per rak.
Harga beras medium di Makassar juga relatif stabil, berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. Stabilitas ini sedikit meredakan kekhawatiran masyarakat di tengah gejolak harga komoditas lain. Namun, pantauan pasar tetap perlu dilakukan secara berkala.
Humas PD Pasar Raya, Muhammad Idris, membenarkan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh pasokan yang berkurang dan faktor cuaca. "Memang selama beberapa hari terakhir memang sering hujan, cuaca berubah ubah sehingga mempengaruhi panen petani. Hujan seperti ini tentu menjadi kendala petani karena panen berkurang, apalagi ini mau masuk puasa," ujarnya.
Sumber: AntaraNews