Gubernur Kalbar Dorong Temajuk Jadi Motor Ekonomi Perbatasan, Akses Lintas Batas Siap Dibuka
Gubernur Kalimantan Barat menegaskan komitmennya menjadikan Temajuk motor ekonomi perbatasan melalui program Gema Membangun Desa dan rencana aktivasi perlintasan Temajuk-Teluk Melano yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan berkomitmen penuh dalam mempercepat pembangunan desa dan kawasan perbatasan. Fokus utama diarahkan ke Desa Temajuk, Sambas, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, melalui program unggulan Gema Membangun Desa (GMD). Inisiatif ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan yang strategis.
Program GMD, yang sebelumnya sukses diterapkan saat Ria Norsan menjabat Bupati Mempawah, kini diperluas untuk menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat Temajuk. Wilayah perbatasan ini memiliki tantangan geografis serta kebutuhan pelayanan publik yang tinggi, sehingga kehadiran pemerintah menjadi krusial. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan layanan antara perkotaan dan perdesaan.
Selain program GMD, Gubernur Norsan juga mengungkapkan rencana penting terkait aktivasi perlintasan Temajuk, Indonesia – Teluk Melano, Malaysia. Perlintasan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 dan diharapkan menjadi momentum besar bagi penguatan ekonomi kawasan perbatasan. Pembukaan akses lintas batas ini diproyeksikan akan meningkatkan arus wisatawan, perdagangan, serta hubungan sosial budaya yang saling menguntungkan.
Gema Membangun Desa: Hadirkan Layanan Langsung di Perbatasan
Program Gema Membangun Desa (GMD) merupakan instrumen pembangunan yang dirancang untuk membawa berbagai layanan pemerintah langsung kepada masyarakat. Layanan yang disediakan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menyentuh kebutuhan dasar warga. Ini mencakup pembayaran pajak kendaraan bermotor, administrasi kependudukan, serta pelayanan kesehatan gratis.
Selain itu, GMD juga menghadirkan gerakan pangan murah, bantuan sosial bagi masyarakat rentan, serta bantuan untuk rumah ibadah. Berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan warga juga menjadi bagian dari program ini, mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan. Pendekatan pelayanan terpadu ini memastikan masyarakat desa memperoleh akses layanan yang setara dengan masyarakat di wilayah perkotaan.
Melalui GMD, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Program ini juga bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan akses pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan perbatasan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Potensi Ekonomi dan Pariwisata Temajuk: Gerbang Baru di Perbatasan
Desa Temajuk memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar, terutama karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kawasan pesisir ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. Gubernur Ria Norsan melihat Temajuk sebagai 'permata wisata' Kalimantan Barat yang mampu bersaing dengan destinasi nasional lainnya.
Pengembangan kawasan hutan di sekitar pantai menjadi hutan sosial juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini diproyeksikan menciptakan lapangan usaha, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Status Desa Temajuk sebagai Desa Mandiri menjadi modal penting, yang menuntut desa untuk mampu mengelola potensi ekonomi dan menciptakan peluang usaha secara berkelanjutan.
Kemandirian desa bukan sekadar status administratif, melainkan kemampuan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Sektor pariwisata di Temajuk telah mendapatkan pengakuan, termasuk masuk dalam 300 Besar Desa Wisata Terbaik pada Anugerah Desa Wisata 2021 dan 500 Besar pada 2022 dan 2023. Hal ini menunjukkan potensi besar Temajuk untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Aktivasi Perlintasan Temajuk-Teluk Melano: Dorong Peningkatan Ekonomi Regional
Rencana aktivasi perlintasan Temajuk, Indonesia – Teluk Melano, Malaysia pada Agustus 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kawasan perbatasan. Pembukaan akses lintas batas ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan, hubungan sosial budaya, serta investasi. Ini akan mempermudah mobilitas masyarakat kedua negara dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Wakil Bupati Sambas Heroaldi menambahkan bahwa Temajuk saat ini termasuk dalam Kawasan Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Status ini membuka peluang percepatan pembangunan melalui sinergi program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Posisi geografis Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang vital.
Pembukaan perlintasan ini juga didukung oleh mandat Border Crossing Agreement RI-Malaysia 2023 dan tindak lanjut Persidangan ke-40 Sosek Malindo November 2025. BNPP RI juga mendorong pengusulan Temajuk sebagai KEK pariwisata untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam sektor amenitas, akomodasi, dan infrastruktur. Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan daya saing kawasan perbatasan.
Mendorong Industri Garam dan UMKM Lokal: Aspirasi Masyarakat Temajuk
Selain pariwisata, sektor industri garam di Temajuk juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Kualitas garam yang dihasilkan masyarakat Temajuk berpeluang menjadi komoditas unggulan apabila didukung dengan teknologi, investasi, dan akses pasar yang memadai. Hal ini menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi lokal.
Dalam dialog bersama masyarakat, pelaku usaha garam seperti Muhidin menyampaikan aspirasi agar pemerintah memberikan dukungan lebih besar. Bantuan ini diharapkan dapat memberdayakan pelaku usaha lokal sehingga mampu menjadi penggerak utama perekonomian desa. Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan pelaku usaha agar dapat mengelola sumber daya alam secara optimal.
Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Peningkatan aksesibilitas dan fasilitas pendukung seperti jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik juga penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, termasuk pengembangan homestay dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sensus Ekonomi 2026 dan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) SMA juga diluncurkan untuk memperkuat sumber daya manusia di Temajuk.
Sumber: AntaraNews