PLBN Aruk Catat Lonjakan Pelintas dari Malaysia Jelang Lebaran 2026
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kalimantan Barat mengalami lonjakan signifikan pelintas dari Malaysia menjelang Lebaran 2026, dengan 1.510 orang masuk pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah, menunjukkan kesiapan layanan perbatasan.
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menunjukkan tren peningkatan aktivitas lintas batas yang signifikan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Fenomena ini didominasi oleh arus kedatangan pemudik dari Malaysia yang ingin merayakan Lebaran di tanah air. Peningkatan ini menjadi perhatian utama bagi otoritas perbatasan dalam memastikan kelancaran arus mudik.
Pada H-2 Idul Fitri, tepatnya Kamis (19/3), PLBN Aruk mencatat lonjakan jumlah pelintas yang masuk dari Malaysia mencapai 1.510 orang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Selasa yang mencapai 1.294 orang dan Rabu sebanyak 1.395 orang, menegaskan tingginya mobilitas masyarakat. Kesiapan layanan di PLBN Aruk menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan ini.
Viktorius Dunand, Kepala PLBN Aruk, menyatakan bahwa peningkatan arus perlintasan ini telah diantisipasi dengan baik oleh seluruh jajaran petugas. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk memastikan keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan. Langkah proaktif ini diambil guna menjamin kenyamanan para pelintas saat memasuki wilayah Indonesia.
Peningkatan Arus Pelintas dan Komposisinya di PLBN Aruk
Data terbaru dari PLBN Aruk menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam jumlah pelintas batas yang masuk dari Malaysia. Pada Kamis (19/3), tercatat 1.510 orang melintas, angka ini lebih tinggi dari 1.294 orang pada Selasa dan 1.395 orang pada Rabu. Peningkatan ini mengindikasikan puncak arus mudik mulai terasa di perbatasan.
Dari total pelintas yang masuk, komposisinya cukup bervariasi antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Pelintas yang menggunakan paspor terdiri dari 615 WNI dan 545 WNA yang datang dari Malaysia. Sementara itu, pelintas yang berangkat menuju Malaysia menggunakan paspor tercatat 303 WNI dan 32 WNA.
Selain melalui jalur paspor, ada juga pelintas yang menggunakan Pos Lintas Batas (PLB). Tercatat sembilan WNA datang dari Malaysia menggunakan PLB. Sebaliknya, satu WNI dan lima WNA berangkat ke Malaysia melalui PLB, menunjukkan aktivitas lintas batas yang multidimensional di PLBN Aruk.
Tren peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi pihak PLBN Aruk untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan. Ketersediaan data yang akurat membantu dalam perencanaan dan alokasi sumber daya yang efektif. Ini juga memastikan bahwa semua prosedur perlintasan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai aturan yang berlaku.
Kesiapan dan Pengamanan PLBN Aruk Menjelang Lebaran 2026
PLBN Aruk telah mengantisipasi peningkatan arus perlintasan ini dengan kesiapan layanan yang optimal dan penguatan pengawasan di seluruh area. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat melalui pendirian posko pengamanan di kawasan zona penunjang PLBN Aruk. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan keamanan perbatasan.
Posko pengamanan tersebut telah beroperasi sejak 13 Maret 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 25 Maret 2026. Posko ini dipelopori oleh Polres Sambas dan melibatkan PLBN Aruk bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Sajingan Besar. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat antarlembaga dalam menjaga ketertiban umum.
Selama periode operasional posko, petugas gabungan melaksanakan patroli rutin serta penjagaan selama 24 jam penuh. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan perbatasan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PLBN Aruk dalam memberikan pelayanan terbaik.
Viktorius Dunand menegaskan bahwa PLBN Aruk, dengan komitmen penuh dan standar operasional pelayanan yang diterapkan, senantiasa siap memberikan pelayanan terbaik. Terutama dalam mengantisipasi peningkatan arus perlintasan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. BNPP RI berkomitmen memastikan momentum mudik ini berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sumber: AntaraNews