Gara-Gara Ulah Trump, Petani Kedelai AS Kini Terancam Bangkrut
Kebijakan Presiden Donald Trump soal tarif impor justru merugikan petani kedelai lokal Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump telah mengenakan tarif tambahan hingga 245 persen pada semua barang impor asal China. Namun, kebijakan tarif ini justru merugikan petani kedelai lokal Amerika Serikat (AS).
Melansir CNN.com, Sabtu (19/4) sejumlah petani kedelai di wilayah AS merasa ketakutan akan potensi bangkrut. Mengingat, tak ada lagi pembeli asal China karena harga kedelai asal AS yang jauh lebih mahal.
Para petani kedelai AS kini dihadapkan pada kondisi sulit. China tercatat sebagai pembeli terbesar produk pertanian dari AS, termasuk kacang kedelai, biji minyak dan biji-bijian.
Kekhawatiran ini berkaca pada perang dagang serupa pada saat Presiden Trump pertama kali menjabat 2017 silam.
Saat itu, petani kacang kedelai asal AS, yang sebagian besar digunakan untuk pakan ternak di China, telah terpukul selama masa perang dagang sebelumnya.
Pada saat itu, Pemerintah China dengan cerdik berusaha mengalihkan sumber impornya dan mencari negara lain untuk produk pertanian. Tanpa disangka, Brasil menjadi eksportir kedelai terbesar di dunia muncul sebagai pemenang.
Saat perang dagang berlangsung, impor kacang-kacangan dari Brazil justru melonjak selama bertahun-tahun. Ekspor kedelai Brasil ke Tiongkok telah tumbuh lebih dari 280 persen sejak 2010 sementara ekspor AS tetap stagnan.
Selama perang dagang AS-Tiongkok pertama, Brasil —eksportir kedelai terbesar di dunia— muncul sebagai pemenang, dengan impor kacang-kacangan dari Tiongkok yang melonjak selama bertahun-tahun. Ekspor kedelai Brasil ke Tiongkok telah tumbuh lebih dari 280 persen sejak 2010 sementara ekspor AS tetap stagnan.
November lalu, Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil, yang dimaksudkan untuk memperkuat hubungan kedua negara. Pada tahun 2024. China menjadi tujuan utama kedelai Brasil, yang menyumbang lebih dari 73 persen dari total ekspor kedelai negara tersebut.
Dengan produksi yang diperkirakan meningkat panen kedelai Brasil diproyeksikan mencapai rekor tertinggi tahun ini. China dapat meningkatkan impornya dari Brasil dan negara-negara Amerika Selatan lainnya seperti Argentina, yang saat ini merupakan produsen kedelai terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan AS.