Fakta APBD: Sisa 32%, Pemkot Banjarmasin Genjot Penyerapan Anggaran 2025
Pemerintah Kota Banjarmasin berupaya keras memaksimalkan penyerapan APBD Banjarmasin 2025 yang tersisa 32% di triwulan IV. Akankah target tercapai tepat waktu?
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini tengah memfokuskan perhatian pada percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Hingga triwulan III, realisasi penyerapan anggaran baru mencapai 68 persen dari total APBD sebesar Rp2,6 triliun.
Memasuki triwulan IV, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR telah menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera merealisasikan sisa 32 persen anggaran. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa program-program yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Evaluasi menyeluruh sedang dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan dan mencari solusi agar penyerapan anggaran dapat mencapai target. Wali Kota Yamin menekankan pentingnya komunikasi efektif antar SKPD untuk menyinkronkan setiap kegiatan dan mengatasi potensi kendala yang mungkin muncul.
Evaluasi Kinerja SKPD dan Prioritas Pembangunan
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap penyerapan APBD Banjarmasin menjadi prioritas utama. Beberapa SKPD masih menunjukkan nilai serapan di bawah 65 persen, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Yamin menegaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran harus tetap berlandaskan pada skala program prioritas yang memiliki dampak nyata bagi warga kota. "Tetap mempertimbangkan skala program prioritas yang berdampak nyata bagi warga kota," ujarnya, menekankan bahwa fokus bukan hanya pada angka administratif.
Menurut Yamin, komunikasi yang efektif antar SKPD sangat penting untuk memastikan sinkronisasi program. Apabila ada kegiatan yang terhambat atau tertunda, koordinasi yang baik akan membantu mencari solusi dan mempercepat realisasi anggaran yang tersisa.
Penyerapan anggaran yang tinggi, menurut Wali Kota, merupakan indikator keberhasilan pembangunan daerah. Anggaran yang terserap dengan baik akan memunculkan program pembangunan yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar penyelesaian administratif semata.
Tantangan Realisasi Fisik dan Pencegahan SILPA
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman memberikan perhatian khusus terhadap tantangan realisasi fisik yang dihadapi beberapa SKPD strategis. Ia mengakui adanya beberapa kegiatan fisik yang awalnya terencana namun batal ditayangkan karena berbagai alasan.
Ikhsan menekankan bahwa tidak semua pekerjaan harus dipaksakan jika tidak ada urgensinya atau belum bisa dilaksanakan. "Ini perlu digarisbawahi bahwa tidak semua pekerjaan harus dipaksakan jalan kalau memang tidak ada urgensinya atau belum bisa dilaksanakan," ujarnya, menyoroti pentingnya kualitas dan aturan yang berlaku.
Asisten II Pemkot Banjarmasin Taufik Rivani menambahkan bahwa evaluasi ini sangat penting untuk menghindari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang terlalu besar. Penggunaan anggaran harus efisien, efektif, dan selalu memperhatikan dampak serta manfaat dari setiap kegiatan yang dilakukan.
Taufik juga menegaskan bahwa target realisasi fisik dan keuangan bukan hanya sekadar angka. "Tapi bukan sekadar menyelesaikan angka-angka target realisasi fisik dan keuangan saja, tapi harus memiliki urgensi, manfaat dan orientasi yang nyata terhadap kepentingan publik," demikian katanya, menekankan orientasi pada kepentingan publik.
Sumber: AntaraNews