Target Rp600 Miliar: Pemkot Banjarmasin Genjot Optimalisasi Aset Daerah untuk PAD
Pemerintah Kota Banjarmasin serius mengelola aset daerah demi mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp600 miliar pada 2025. Simak bagaimana optimalisasi aset Banjarmasin ini akan dilakukan!
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis dengan memaksimalkan pengelolaan aset daerah. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan mencapai lebih dari Rp600 miliar pada tahun 2025.
Langkah ini diumumkan oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, pada Rabu (15/10) di Banjarmasin. Menurutnya, aset daerah merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus potensi besar untuk mendorong pendapatan daerah.
Optimalisasi aset ini menjadi prioritas mengingat tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Pemkot Banjarmasin bertekad memanfaatkan aset secara optimal agar tidak menjadi beban pemeliharaan dan justru berkontribusi langsung pada pendapatan daerah.
Fokus Peningkatan PAD dan Target Ambisius
Pemkot Banjarmasin menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan, dengan proyeksi mencapai lebih dari Rp600 miliar pada tahun 2025. Target ambisius ini didasarkan pada potensi besar yang dimiliki aset-aset daerah.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menegaskan bahwa semua aset yang dimiliki harus memberikan manfaat optimal secara ekonomi. "Aset-aset yang kita miliki tentu harus memberikan manfaat optimal secara ekonomi sebagai sumber PAD. Jangan biarkan aset daerah mati dan justru menimbulkan beban pemeliharaan yang berlebih," ujarnya.
Pengelolaan dan pemanfaatan aset pemerintah kota ini harus dilakukan secara sistematis, terawasi, dan penuh tanggung jawab. Hal ini penting agar setiap aset dapat berkontribusi langsung terhadap pendapatan daerah, mendukung pembangunan kota.
Tantangan Fiskal dan Urgensi Kemandirian
Pemerintah daerah menghadapi tantangan serius akibat pengurangan Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.
Ikhsan Budiman menjelaskan bahwa berkurangnya dana transfer pusat mendorong pemerintah daerah untuk lebih mandiri secara fiskal. "Dengan berkurangnya dana transfer pusat, pemerintah daerah didorong untuk lebih mandiri secara fiskal. Salah satunya dengan menggali potensi aset daerah yang dimiliki," katanya.
Kemandirian fiskal melalui optimalisasi aset daerah menjadi solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran. Hal ini juga menjadi pelajaran bahwa dana transfer pusat bukanlah dana abadi, sehingga diperlukan inovasi dalam mencari sumber pendapatan.
Strategi Optimalisasi Aset Tanpa Bebani Rakyat
Optimalisasi aset dan barang milik daerah (BMD) menjadi salah satu strategi utama Pemkot Banjarmasin dalam meningkatkan PAD. Pendekatan ini memungkinkan peningkatan pendapatan tanpa harus menambah beban pajak atau retribusi kepada masyarakat.
Menurut Ikhsan, strategi ini merupakan "hikmah" bagi semua pihak untuk berpikir kreatif. "Ini menjadi hikmah bagi kita semua bahwa dana transfer pusat bukan dana abadi. Karena itu, kita perlu berpikir kreatif bagaimana meningkatkan PAD melalui pengelolaan aset, bukan lewat kenaikan pajak," tuturnya.
Dengan demikian, Pemkot Banjarmasin berupaya menciptakan sumber pendapatan baru dari aset yang ada. Ini dilakukan melalui berbagai skema pemanfaatan yang inovatif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Peran SKPD dalam Pemanfaatan Aset
Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Banjarmasin didorong untuk berperan aktif sebagai penghasil pendapatan. Peran ini harus tetap mematuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Ikhsan Budiman berharap setiap SKPD dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi memberikan kontribusi nyata. "Pemanfaatan aset daerah bisa dilakukan melalui berbagai skema, tentu dengan memperhatikan aturan yang ada. Kami berharap SKPD dapat mengoptimalkan potensi masing-masing demi memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan PAD Kota Banjarmasin," ucap Ikhsan.
Keterlibatan aktif SKPD dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset sangat krusial untuk mencapai target PAD yang telah ditetapkan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memaksimalkan nilai ekonomi dari setiap aset daerah.
Sumber: AntaraNews