DIY Targetkan Jadi Pusat Industri Fesyen Nasional, Sekda Ungkap Potensi Besar
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan industri fesyen nasional yang dinamis dan berdaya saing.
Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan bahwa provinsi ini mempunyai sumber daya untuk menjadi pusat pengembangan industri kreatif fesyen nasional. Pernyataan optimis ini disampaikan Ni Made pada acara Jogja Sport and Streetwear Show 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Acara tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 6 dan 7 Juni 2026.
Ni Made menyoroti fondasi kuat DIY yang didukung oleh keberadaan desainer berbakat dan pelaku industri kecil menengah (IKM) yang terus berkembang. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas olahraga, pelaku industri kreatif, desainer, IKM, dan masyarakat, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif DIY yang semakin dinamis dan berdaya saing.
Jogja Sport and Streetwear Show merupakan bagian dari rangkaian Road to Jogja Fashion Week (JFW) 2026. Acara ini tidak hanya berbicara tentang tren dan estetika fesyen, tetapi juga mendorong perubahan gaya hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat, aktif, dan produktif.
Fondasi Kuat DIY dalam Industri Fesyen Kreatif
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sumber daya yang memadai untuk menjadi salah satu pusat pengembangan industri fesyen nasional. Keberadaan desainer berbakat di wilayah ini menjadi salah satu modal penting yang harus terus diperkuat. Selain itu, pelaku IKM di DIY juga terus menunjukkan perkembangan signifikan, memberikan kontribusi besar terhadap dinamika industri fesyen lokal.
Komunitas olahraga yang aktif turut memperkaya ekosistem kreatif daerah, menciptakan sinergi positif antara fesyen dan gaya hidup sehat. Ekosistem kreatif yang tumbuh subur di DIY ini perlu terus didukung melalui berbagai ruang kolaborasi dan promosi. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan industri fesyen.
Acara Jogja Sport and Streetwear Show menjadi bukti nyata dari potensi besar ini, dengan mempertemukan berbagai elemen industri kreatif. Kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan semacam ini diharapkan dapat menciptakan inovasi dan memperluas jangkauan produk fesyen DIY ke pasar yang lebih luas.
Fesyen sebagai Penggerak Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi
Industri fesyen, khususnya segmen sportswear dan streetwear, kini tidak hanya berkutat pada tren dan estetika semata, melainkan juga berperan penting dalam mendorong perubahan gaya hidup masyarakat. Melalui fesyen, masyarakat diajak untuk lebih aktif dan produktif, mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.
Ni Made Dwipanti Indrayanti berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi industri sportswear dan streetwear, tetapi juga menumbuhkan minat masyarakat untuk semakin aktif berolahraga. Perkembangan sportswear dan streetwear saat ini telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas dan ekspresi diri generasi muda, mencerminkan gaya hidup modern yang dinamis.
Ketika industri fesyen mendukung gaya hidup sehat, efek berantainya akan sangat besar, termasuk terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Peningkatan kesadaran akan kesehatan dan kebugaran dapat memicu permintaan produk-produk terkait, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Strategi Penguatan Ekosistem Industri Fesyen DIY
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Jogja Sport and Streetwear Show 2026 merupakan upaya strategis. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem industri fesyen DIY agar semakin adaptif terhadap perkembangan tren global.
Sportswear dan streetwear kini telah berkembang menjadi representasi gaya hidup modern yang aktif, sehat, dan dinamis. Melalui kegiatan ini, Disperindag DIY ingin menghadirkan ruang yang mengintegrasikan industri kreatif, olahraga, kesehatan, hiburan, dan aksi sosial dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Selama dua hari pelaksanaan, mulai 6 hingga 7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam agenda menarik. Kegiatan tersebut meliputi pameran fesyen, parade sportswear, layanan kesehatan gratis, pertunjukan seni bela diri, senam artistik, hingga penampilan musisi lokal.
Sumber: AntaraNews