Tahukah Anda? Industri Fesyen Nasional Mampu Tumbuh 7,30 Persen, Dorong Ekonomi DKI Jakarta!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkap peran vital industri fesyen dalam menggerakkan ekonomi daerah, bahkan tumbuh lebih tinggi dari ekonomi DKI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Industri Fesyen Nasional Mampu Tumbuh 7,30 Persen, Dorong Ekonomi DKI Jakarta!
Gubernur DKI Jakarta menyoroti peran krusial Industri Fesyen Nasional dalam menggerakkan ekonomi daerah, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi provinsi. Simak detail dampaknya! (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa industri fesyen memiliki peran yang sangat signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Pernyataan ini disampaikan setelah menyaksikan peragaan busana “City of Jakarta Presents: ASEAN Fashion Parade” dalam rangkaian "Jakarta Fashion Week (JFW) 2026" di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Menurut Pramono, pada tahun 2024, nilai tambah yang dihasilkan oleh industri fesyen nasional telah mencapai angka pertumbuhan sebesar 7,30 persen. Angka ini bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta yang tercatat sebesar 4,84 persen pada periode yang sama.

Penyelenggaraan acara besar seperti "JFW 2026" dinilai mampu menciptakan efek berganda yang luas. Dampaknya tidak hanya terbatas pada pelaku industri kreatif, tetapi juga merambah sektor pariwisata, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja.

Peran Vital Industri Fesyen dalam Perekonomian Daerah

Industri fesyen telah membuktikan diri sebagai salah satu sektor ekonomi yang paling dinamis dan berkontribusi besar. Gubernur Pramono Anung Wibowo menyoroti bahwa peningkatan aktivitas di sektor ini dapat menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi ibu kota.

Data menunjukkan bahwa nilai tambah industri fesyen nasional tumbuh impresif sebesar 7,30 persen di tahun 2024. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta yang berada di angka 4,84 persen, menandakan kekuatan dan potensi besar sektor ini.

Kegiatan berskala nasional seperti JFW 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran kreativitas. Acara tersebut juga menciptakan "multiplier effect" yang luas, memberikan keuntungan tidak hanya pada desainer dan produsen, tetapi juga pada sektor lain seperti perhotelan, transportasi, dan ritel.

Dampak ekonomi berkesinambungan yang dihasilkan oleh acara fesyen seperti ini sangat positif. Hal ini memperkuat posisi industri fesyen sebagai tulang punggung ekonomi kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

JFW 2026: Ajang Kreativitas, Kolaborasi, dan Keberlanjutan

Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, khususnya melalui "City of Jakarta Presents: ASEAN Fashion Parade", menjadi platform penting untuk merayakan kreativitas desainer. Ajang ini juga berfungsi sebagai momentum untuk mempererat persahabatan budaya di kawasan ASEAN melalui karya-karya yang kaya akan identitas.

Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan JFW. Menurutnya, JFW memiliki nilai kekayaan intelektual (IP) yang kuat dan berperan krusial dalam memperkuat kolaborasi kreatif antarnegara di ASEAN.

Riefky juga menekankan bahwa inisiatif seperti "ASEAN Fashion Parade" merupakan momentum penting untuk memperluas jejaring kreatif lintas budaya. Selain itu, ajang ini menegaskan komitmen bersama terhadap "sustainability" dan "digital fashion" sebagai masa depan industri mode.

Fokus pada keberlanjutan dan inovasi digital menunjukkan adaptasi industri fesyen terhadap tantangan global. Ini juga membuka peluang baru bagi desainer dan pelaku usaha untuk mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan dan relevan dengan teknologi terkini.

Komitmen Pemerintah dalam Mengembangkan Ekosistem Fesyen

Pemerintah, melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, menunjukkan komitmen konkret dalam mendukung perkembangan industri fesyen tanah air. Berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat ekosistem fesyen secara menyeluruh.

Dukungan tersebut meliputi fasilitasi pelatihan bagi para desainer muda dan pelaku UMKM fesyen, penyediaan akses pembiayaan yang lebih mudah, serta upaya ekspansi pasar global. Hal ini bertujuan agar produk fesyen Indonesia dapat bersaing di kancah internasional.

Teuku Riefky Harsya menegaskan kembali pentingnya sektor ini dengan menyatakan, "Fesyen bukan hanya gaya hidup, tetapi juga kekuatan ekonomi dan identitas kreatif yang berakar pada budaya bangsa." Pernyataan ini menggarisbawahi dimensi budaya dan ekonomi yang melekat pada industri fesyen.

Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, diharapkan industri fesyen Indonesia dapat terus tumbuh. Sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi perekonomian nasional dan menjadi kebanggaan bangsa di mata dunia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi