Tahukah Anda? Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 Jadi Bukti Fesyen Kekuatan Ekonomi Berakar Budaya

Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 bukan hanya gaya hidup, melainkan kekuatan ekonomi dan identitas kreatif. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 Jadi Bukti Fesyen Kekuatan Ekonomi Berakar Budaya
Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 bukan hanya gaya hidup, melainkan kekuatan ekonomi dan identitas kreatif. Simak detailnya! (AntaraNews)

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya secara tegas menyatakan bahwa pagelaran busana akbar Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 merupakan sebuah ruang inspirasi dan bukti nyata bagi bangsa. Menurutnya, fesyen tidak hanya sekadar gaya hidup, namun juga memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi serta identitas kreatif yang kuat, berakar pada budaya luhur bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menekraf Riefky saat memberikan sambutan dalam acara Jakarta Fashion Week 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (02/11). Acara tahunan ini menjadi platform penting bagi industri fesyen nasional dan regional. Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 sendiri merupakan salah satu rangkaian pagelaran busana yang paling dinantikan dalam gelaran Jakarta Fashion Week.

Riefky juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang turut serta dalam gelaran JFW melalui ASEAN Fashion Parade ini. Pagelaran ini hadir sebagai pertemuan kreatif yang merayakan keragaman mode dari seluruh Asia Tenggara, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat mode regional.

Mendorong Ekonomi Kreatif dan Identitas Budaya Bangsa

Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 menjadi sorotan utama dalam agenda fesyen regional, menegaskan peran krusial industri mode dalam perekonomian. Menekraf Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa acara ini adalah manifestasi konkret dari potensi ekonomi kreatif yang dimiliki oleh sektor fesyen. "Jadikan Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 ini sebagai ruang inspirasi dan bukti bahwa fesyen bukan hanya gaya hidup, namun, juga dapat menjadi kekuatan ekonomi dan identitas kreatif yang berakar budaya bangsa," ujarnya.

Pagelaran ini bukan hanya sekadar pameran busana, melainkan sebuah platform untuk memperkuat identitas budaya melalui ekspresi mode. Setiap koleksi yang ditampilkan mencerminkan kekayaan tradisi dan inovasi desain dari berbagai negara ASEAN. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan fesyen sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung ASEAN Fashion Parade juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan industri ini. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem fesyen yang lebih kondusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, fesyen dapat terus berkembang menjadi sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja.

Kolaborasi Lintas Batas dan Komitmen Pemerintah

Pagelaran Jakarta ASEAN Fashion Parade 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kreatif antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Acara ini membuka peluang kolaborasi lintas budaya yang lebih luas, memungkinkan pertukaran ide dan inovasi antar desainer. Hal ini juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap pengembangan fesyen yang berkelanjutan dan adaptasi terhadap tren digital sebagai masa depan industri mode.

Menekraf Riefky menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh untuk memperkuat ekosistem fesyen nasional. "Pemerintah akan terus berkomitmen memperkuat ekosistem fesyen nasional melalui fasilitasi pelatihan, pembiayaan, hingga promosi ekspor ke global," katanya. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga akses pasar internasional.

Kolaborasi dengan berbagai negara ASEAN pada gelaran kali ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama di masa mendatang. ASEAN Fashion Parade menghadirkan pertemuan kreatif yang merayakan keragaman mode di Asia Tenggara, menampilkan desainer-desainer terkemuka. Mereka adalah Rizman Ruzaini dari Malaysia, Francis Libiran dari Filipina, dan Frederic Lee dari Singapura, yang memukau dengan busana menakjubkan melalui detail yang memikat, presisi yang menawan, dan keapikan yang tak terlewatkan.

Setiap langkah di runway dalam acara ini dapat diibaratkan seperti dialog yang hidup antarbudaya, menyatukan tradisi, siluet, dan warna dalam harmoni visual. Hal ini menegaskan bahwa mode regional memiliki potensi besar untuk bersinar, menginspirasi, dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap mata dan jiwa yang menyaksikannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi