Desa Wisata Lerep Binaan PLN Catat Omzet Rp722 Juta Sepanjang 2025, Kunjungan Tembus 8.555 Wisatawan
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan desa memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Desa Wisata Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan omzet sebesar Rp722,07 juta dari pengelolaan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Desa binaan PT PLN (Persero) ini juga mencatat jumlah kunjungan mencapai 8.555 wisatawan selama setahun.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan keberhasilan pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan melalui program pembinaan yang dijalankan PLN UIP2B Jamali bersama UP2B Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan desa memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.
"Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek utama yang berperan aktif dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Manager PLN UP2B Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Rachmat Hidayat. Ia menilai kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi desa tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.
Desa Lerep kini berkembang menjadi destinasi wisata terintegrasi dengan beragam atraksi, mulai dari edukasi peternakan, pertanian, hingga seni budaya. Lingkungan pedesaan yang asri menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Berbagai aktivitas wisata tersebut tidak hanya memberikan pengalaman edukatif, tetapi juga mendorong munculnya peluang usaha baru bagi masyarakat. Dampaknya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ikut berkembang dan memperkuat ekonomi desa.
Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso dinilai krusial dalam pengelolaan destinasi. Melalui pengelolaan yang profesional dan inovasi paket wisata, kelompok ini mampu menjaga daya saing desa wisata di tengah persaingan destinasi serupa.
Manfaat Ekonomi
Keterlibatan masyarakat secara aktif turut memastikan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Hasil, Sulistyowati, mengaku merasakan langsung dampak dari program tersebut.
Ia menyebut kelompoknya kini mampu mengembangkan produk olahan pertanian dengan nilai tambah yang lebih tinggi serta meningkatkan pendapatan anggota.
Keberhasilan Desa Wisata Lerep menjadi contoh implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan yang efektif. Ke depan, PLN menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan desa mandiri sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.