Daftar Lengkap Barang Konsumsi Penyebab Warga RI Jatuh Miskin
Berikut adalah daftar lengkap barang konsumsi penyebab warga RI miskin.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan nasional mengalami penurunan pada Maret 2025 yakni 23,85 juta orang atau 8,47 persen dari total populasi. Angka ini turun 0,1 persen poin dibandingkan September 2024.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa garis kemiskinan di wilayah perkotaan tercatat sebesar Rp629.561, sementara di perdesaan berada di angka Rp580.349 per kapita per bulan.
Khusus untuk daerah perkotaan, garis kemiskinan naik 2,24 persen dalam enam bulan terakhir. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan kebutuhan minimum masyarakat untuk memenuhi standar hidup layak, baik di kota maupun di desa.
“Kontribusi komoditas makanan mencapai 74,58 persen, jauh lebih besar dibandingkan komoditas nonmakanan yang hanya 25,42 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jumat (25/7).
Menurut data tersebut, terdapat beberapa barang-barang baik makanan maupun non-makanan yang menyumbang warga RI jatuh miskin.
Daftar lengkap barang konsumsi
Perkotaan
Kategori Makanan: 73,67 persen
- Beras: 21,06 persen
- Rokok kretek filter: 10,72 persen
- Telur ayam ras: 4,50 persen
- Daging ayam ras: 4,22 persen
- Mie instan: 2,47 persen
- Kopi bubuk & kopi instan (sachet): 2,29 persen
- Roti: 2,09 persen
- Kue basah: 1,98 persen
- Bawang merah: 1,79 persen
- Gula pasir: 1,78 persen
- Tempe: 1,77 persen
- Tahu: 1,72 persen
- Lainnya: 17,29 persen
Kategori Bukan Makanan: 26,33 persen
- Perumahan: 9,11 persen
- Bensin: 3,06 persen
- Listrik: 2,58 persen
- Pendidikan: 2,07 persen
- Perlengkapan mandi: 1,31 persen
- Perawatan kulit, muka, kuku, rambut: 0,79 persen
- Kesehatan: 0,72 persen
- Lainnya: 6,68 persen
Perdesaan
Kategori Makanan: 76,07 persen
- Beras: 24,91 persen
- Rokok kretek filter: 9,99 persen
- Telur ayam ras: 3,62 persen
- Daging ayam ras: 2,98 persen
- Gula pasir: 2,40 persen
- Kopi bubuk & kopi instan (sachet): 2,16 persen
- Mie instan: 2,08 persen
- Bawang merah: 1,99 persen
- Cabe rawit: 1,86 persen
- Kue basah: 1,86 persen
- Roti: 1,84 persen
- Tongkol/tuna/cakalang: 1,72 persen
- Lainnya: 18,66 persen
Kategori Bukan makanan: 23,93 persen
- Perumahan: 8,99 persen
- Bensin: 3,03 persen
- Listrik: 1,52 persen
- Pendidikan: 1,25 persen
- Perlengkapan mandi: 1,15 persen
- Sabun cuci: 0,76 persen
- Perawatan kulit, muka, kuku, rambut: 0,73 persen
- Lainnya: 6,50 persen