Cerita Menkeu Purbaya Sempat Dipandang Sebelah Mata Investor Asing
Dia mengaku sempat mendengar pandangan negatif terhadap dirinya sebelum melakukan lawatan ke luar negeri.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa mengungkapkan pengalamannya saat bertemu IMF serta investor-investor asal Amerika Serikat.
Dia mengaku sempat mendengar pandangan negatif terhadap dirinya dan pemerintah Indonesia sebelum melakukan lawatan ke luar negeri.
Menurut Purbaya, saat itu muncul anggapan di kalangan asing bahwa Menteri Keuangan Indonesia tidak memiliki kapasitas yang memadai karena jarang tampil di forum internasional.
“Sempat ada kesan atau image bahwa Menteri Keuangan Indonesia seperti itu, enggak pernah keluar negeri di mata asing,” kata Purbaya saat wawancara bersama Pemimpin Redaksi Emtek Media, Retno Pinasti di Program Bicara Bersama Retno Pinasti dikutip dari YouTube Liputan6, Minggu (10/5/2026)
Dirinya menjelaskan sebelumnya sengaja tidak melakukan perjalanan luar negeri karena ingin fokus mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Ia mengaku pernah menyampaikan hal itu kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepada Kepala Negara, ia mengatakan tidak akan bepergian ke luar negeri sebelum ekonomi Indonesia mencapai pertumbuhan 6 persen.
“Waktu itu saya enggak mau keluar negeri karena saya bilang ke Pak Presiden, saya enggak akan keluar negeri sebelum pertumbuhan ekonominya mencapai 6 persen,” ujarnya.
Namun, setelah mendengar pandangan negatif tersebut, Purbaya akhirnya memutuskan menghadiri pertemuan internasional dan bertemu langsung dengan investor asing.
Dia mengatakan respons yang diterimanya justru berbalik positif. Purbaya mengklaim sejumlah investor asing terkejut karena dirinya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia secara detail.
“Mereka kaget. Eh ternyata menterinya bisa bahasa Inggris, eh pintar juga,” kata Purbaya.
Investor Asing Mulai Menaruh Kepercayaan
Karena itulah, Purbaya menyebut para investor asing kemudian mulai menaruh kepercayaan ke pemerintah Indonesia dalam mengelola fiskal dan menjalankan program pembangunan nasional.
“Mereka bilang, menteri lo pintar banget. Ini yang bilang investor-investor asing itu,” ujar dia.
Menurutnya, keraguan investor terhadap kemampuan pemerintah Indonesia dalam menjaga fiskal perlahan mulai hilang.
Dia optimistis kepercayaan tersebut akan berdampak pada meningkatnya arus investasi asing ke Indonesia.
“Mereka sudah percaya ke kita, tinggal tunggu saja mereka masuk. Banyak lagi modal-modal dari asing itu,” terangnya.