Cara Mudah Mengenali Modus Penipuan Bukti Transfer Palsu
Modus transfer palsu bukan merupakan kejahatan baru. Biasanya, penipu akan mengelabui korban dengan mengatakan sudah transfer.
Warganet dihebohkan dengan video viral yang menampilkan seorang wanita dengan sengaja memalsukan atau mengedit bukti transaksi pembayaran.
Kejadian tersebut terjadi di salah satu outlet pakaian Jenahara, Pondok Indah Mall 2, lantai 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (11/4).
Beruntung polisi berhasil menangkap seorang wanita berinisial TNA (32) yang diduga menipu dengan modus transfer palsu tersebut. Terduga pelaku tersebut tidak ditahan polisi. Hal ini karena adanya mediasi antara terduga pelaku dengan pemilik toko tersebut.
Agar tidak menjadi korban transfer palsu berikut cara mudah mengenalinya:
Melansir laman BCA, Jumat (18/4), modus transfer palsu bukan merupakan kejahatan baru. Biasanya, penipu akan mengelabui korban dengan mengatakan sudah transfer sejumlah uang dan mengirimkan tangkapan layar (screenshot) bukti transfer yang sudah diedit sedemikian rupa sehingga korban percaya.Padahal, trik tersebut hanya untuk mencuri uang korban.
Kabar baiknya modus penipuan transfer palsu ini muda dikenali. Pertama, font terlihat tidak jelas dan tidak seragam.
Cara Selanjutnya
Kedua, bukti transfer palsu memiliki tata letak tulisan tidak rapi. Ketiga, warna tulisan tipis atau berbeda layaknya editan.
Akan tetapi, meskipun font, tata letak dan warna tulisannya rapi sekalipun, kamu harus tetap waspada ya. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan:
1. Jangan langsung percaya dengan bukti transfer
Ketika kamu menerima bukti transfer pembayaran, jangan langsung percaya bahwa uangnya sudah masuk, apalagi kalau kamu merasa ada yang aneh atau mencurigakan.
2. Verifikasi bukti transfer dengan cek mutasi
Ingat, selalu lakukan verifikasi bukti transfer masuk dengan cek mutasi rekening. Jika ada bukti mutasi masuk dan ada penambahan saldo, maka transfer dana benar masuk ke rekening milikmu.