BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Aman Usai Penyegelan SPBU Jember Jelang Lebaran 2026
BPH Migas memastikan pasokan BBM di Jember tetap aman menjelang Lebaran 2026, menyusul penyegelan SPBU 54.681.11 di Jalan Teuku Umar karena dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi, dengan fokus pada pengalihan pasokan setelah Penyegelan SPBU Jember.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan tetap terjaga menjelang Lebaran 2026. Hal ini menyusul penyegelan SPBU 54.681.11 di Jalan Teuku Umar oleh Polres Jember pada Sabtu (14/3). Pengalihan pasokan BBM dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga untuk menjamin ketersediaan bagi masyarakat.
Penyegelan SPBU tersebut dilakukan karena adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis solar. Wahyudi Anas menegaskan bahwa BPH Migas akan terus memantau situasi ini. Tujuannya agar masyarakat tidak perlu panik dan tetap dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
Alokasi pasokan dari SPBU yang disegel akan dialihkan ke SPBU terdekat di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan bahan bakar kendaraan masyarakat tercukupi dengan aman. Koordinasi erat antara BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum terus dilakukan.
Dugaan Penyimpangan Penyaluran BBM Subsidi di Jember
Polres Jember menyegel SPBU 54.681.11 di Jalan Teuku Umar setelah menemukan dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kasus ini terungkap setelah BPH Migas melakukan sosialisasi terkait penerbitan surat rekomendasi bagi konsumen pengguna di Kabupaten Jember sehari sebelumnya.
Wahyudi Anas menjelaskan bahwa terdapat kejanggalan dalam transaksi di SPBU tersebut. Rata-rata pengiriman delivery order SPBU ini adalah 16.000 liter. Namun, thruput penjualan mencapai 22.000 liter per hari.
Transaksi penjualan yang melebihi alokasi tersebut didominasi oleh surat rekomendasi atas nama sektor konsumen pengguna. Selain itu, CCTV SPBU juga dilaporkan nonaktif pada malam hari, menambah kecurigaan adanya praktik ilegal.
Langkah BPH Migas dan Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan
Selama proses penanganan hukum berjalan, BPH Migas memastikan pasokan BBM di Jember akan tetap aman. Pertamina Patra Niaga akan mengalihkan alokasi kuota BBM dari SPBU yang disegel ke SPBU terdekat. Ini bertujuan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan BBM bersubsidi.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik karena ketersediaan BBM akan tetap terjaga. Pengalihan pasokan ini merupakan upaya proaktif dari BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga. Tujuannya untuk mengantisipasi dampak dari penyegelan SPBU Jember tersebut.
BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga juga akan melakukan verifikasi catatan penjualan SPBU yang disegel. Verifikasi ini penting untuk mendalami potensi penyalahgunaan lebih lanjut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga tata kelola penyaluran BBM subsidi.
Imbauan dan Koordinasi Lintas Lembaga
Wahyudi Anas mengimbau seluruh SPBU untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat sesuai regulasi yang berlaku. Hal ini penting agar subsidi negara dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan pembelian BBM subsidi negara menggunakan surat rekomendasi. Semua harus dilaksanakan sesuai regulasi yang telah ditetapkan.
Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Upaya pengawasan dan penegakan hukum akan terus diperketat. Tujuannya adalah untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Sumber: AntaraNews