Bappenas Padukan Warisan Historis dan Inovasi Digital untuk Perencanaan Pembangunan Nasional
Bappenas berkomitmen memadukan warisan nilai historis dengan inovasi digital melalui Satu Data Indonesia, memperkuat perencanaan pembangunan nasional dan peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan komitmennya untuk memadukan warisan nilai historis dengan inovasi digital. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda "Jejak Pendiri Bangsa 1947-1969: Perencanaan Pembangunan Berbasis Satu Data dengan pilar Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional" di Jakarta.
Fokus utama adalah penguatan fondasi perencanaan melalui Satu Data Indonesia (SDI) serta peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Langkah ini bertujuan untuk melanjutkan cita-cita besar para pendiri bangsa dengan perangkat yang jauh lebih modern dan kuat.
Komitmen ini juga ditandai dengan peluncuran buku dan peresmian peta jalan pembangunan. Bappenas bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam upaya pelestarian memori kolektif bangsa.
Sinergi Historis dan Inovasi Digital untuk Pembangunan
Rachmat Pambudy menekankan bahwa "Dengan Satu Data Indonesia (SDI) sebagai fondasi perencanaan, dengan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat, dan dengan sinergi lintas kelembagaan seperti hari ini, kita melanjutkan cita-cita besar para pendiri bangsa dengan perangkat yang jauh lebih kuat." Ini menunjukkan visi Bappenas untuk mengintegrasikan data dan ekonomi kerakyatan.
Kerja sama antara Bappenas, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjadi kunci. Mereka berkomitmen memperkuat peran historis perencanaan pembangunan nasional sebagai memori kolektif bangsa.
Peluncuran *Coffee Table Book* seperti “Buku Merancang Indonesia: Jejak Perencanaan Nasional 1947-1969” dan “Buku Koperasi Indonesia: Usaha Rakyat Membangun Negeri” menjadi bukti nyata. Inisiatif ini melambangkan penguatan pemanfaatan arsip dengan perencanaan pembangunan yang visioner.
Selain itu, Kepala Bappenas juga meresmikan pembukaan Peta Jalan Pembangunan Pertama Republik Indonesia 1960-1969. Ini merupakan perwujudan perumusan pembangunan berbasis satu data yang akurat.
Peran Arsip dalam Menentukan Arah Bangsa
Rachmat Pambudy menganggap keberadaan arsip-arsip sangat berguna untuk mengetahui arah tujuan Indonesia. Dokumen-dokumen historis ini menjadi panduan penting bagi perencanaan masa depan.
Sejak kemerdekaan, perencanaan pembangunan nasional telah melalui berbagai tahapan. Dimulai dari *blue print* fundamental seperti Dasar Pokok Perencanaan Ekonomi Indonesia 1947 hingga Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1956-1960.
Dokumen penting lainnya termasuk Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dan Program Pembangunan Nasional (Propenas). Semua ini menjadi tonggak lahirnya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Berkat pelestarian berbagai dokumen warisan tersebut, Bappenas menerima penghargaan dari ANRI. Penghargaan ini diberikan atas Penetapan Arsip Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan PPNSB sebagai Memori Kolektif Bangsa.
Memori Kolektif dan Inovasi Perencanaan Modern
Aset intelektual yang tersimpan di Kementerian PPN/Bappenas dianggap memiliki signifikansi sejarah tinggi. Dewan Pakar Memori Kolektif Bangsa mengakui arsip-arsip tersebut sebagai bagian penting peradaban Indonesia.
Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, menjelaskan bahwa arsip adalah memori kolektif bangsa. Arsip berfungsi sebagai penyimpan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Teni Widuriyanti menyatakan, "Kegiatan ini dirancang untuk merancang dan menghubungkan kembali perjalanan perencanaan nasional sejak masa awal kemerdekaan dengan sistem perencanaan modern yang saat ini kita kembangkan melalui penguatan inovasi, penguatan data, penguatan aktor-aktor ekonomi rakyat, yang akan berkontribusi untuk pembangunan, khususnya melalui salah satu pilar yang saat ini juga menjadi salah satu program pemerintah yaitu pengembangan koperasi."
Penguatan ini akan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Khususnya melalui pengembangan koperasi, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini.
Sumber: AntaraNews