Bandara Soetta Catat Penurunan Pergerakan Penumpang Signifikan Pasca Natal
Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penurunan pergerakan penumpang yang signifikan pasca Natal 2025, menunjukkan tren mobilitas masyarakat yang mulai melambat setelah puncak libur.
Arus pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Sabtu, 27 Desember 2025, menunjukkan tren penurunan yang jelas. Total pergerakan penumpang tercatat sebanyak 148.402 orang yang melakukan perjalanan udara. Angka ini menandakan bahwa puncak kepadatan lalu lintas udara selama periode libur Natal telah berlalu.
Penurunan ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan periode sehari menjelang perayaan Natal, yaitu pada 24 Desember 2025. Pada tanggal tersebut, jumlah total pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 177.356 orang. Perbedaan ini mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat setelah berakhirnya momen libur panjang.
Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, di Tangerang, Sabtu, mengonfirmasi tren penurunan tersebut. Ia menjelaskan bahwa angka pergerakan penumpang pascaperayaan Natal ini menunjukkan melambatnya mobilitas masyarakat yang sebelumnya tinggi. Hal ini merupakan indikator normal setelah periode libur besar.
Data Penurunan Pergerakan Penumpang Bandara Soetta
Pada 27 Desember 2025, Bandara Soetta mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 148.402 orang. Angka ini terdiri dari 79.331 orang keberangkatan dan 69.071 orang kedatangan. Penurunan ini jelas terlihat jika dibandingkan dengan tiga hari sebelumnya, di mana pergerakan penumpang mencapai 177.356 orang pada 24 Desember 2025.
Yudis Tiawan mengungkapkan bahwa dari total 148.402 penumpang tersebut, terdapat 1.132 penerbangan yang beroperasi. Rinciannya, 79.331 penumpang berangkat meninggalkan Jakarta, sementara 69.071 penumpang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Data ini menunjukkan keseimbangan antara jumlah penumpang yang datang dan pergi.
Penurunan pergerakan penumpang pasca Natal ini merupakan fenomena yang biasa terjadi setiap tahun. Setelah masyarakat selesai merayakan Natal dan melakukan perjalanan liburan, mobilitas cenderung kembali normal. Pihak bandara terus memantau dan menyesuaikan operasional dengan kondisi terkini.
Distribusi Penumpang di Berbagai Terminal Bandara Soetta
Pergerakan penumpang di Bandara Soetta tersebar di berbagai terminal dengan Terminal 1 menjadi salah satu pusat aktivitas tertinggi. Terminal 1 melayani 266 penerbangan dengan lebih dari 32 ribu penumpang. Angka ini menunjukkan kapasitas dan peran penting Terminal 1 dalam menampung arus penumpang domestik.
Sementara itu, Terminal 2 domestik mencatat angka tertinggi dalam hal penerbangan dan penumpang. Terminal ini melayani 320 penerbangan dengan total 33.617 penumpang. Hal ini mengindikasikan bahwa Terminal 2 domestik masih menjadi salah satu titik fokus utama untuk perjalanan dalam negeri.
Untuk Terminal 2 internasional, tercatat 17.012 penumpang dengan lebih dari 110 penerbangan. Di Terminal 3 domestik, diproyeksikan sebanyak 233 penerbangan akan melayani 27.831 penumpang. Sedangkan Terminal 3 internasional menjadi terminal dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni hampir 37.515 penumpang yang dilayani oleh 176 penerbangan. Distribusi ini menunjukkan bahwa Bandara Soetta mampu mengelola volume penumpang yang beragam di setiap terminalnya.
Antisipasi dan Upaya Bandara Soetta Jaga Kenyamanan
Meskipun terjadi penurunan pergerakan penumpang, Bandara Soetta telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara. Pengaturan arus penumpang menjadi prioritas utama agar tidak terjadi penumpukan.
Kesiapan fasilitas di seluruh terminal juga terus dijaga dan ditingkatkan. Selain itu, koordinasi yang erat dilakukan dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan semua aspek operasional berjalan dengan optimal dan sesuai standar keselamatan.
Yudis Tiawan menegaskan komitmen Bandara Soetta dalam menjaga pelayanan. "Dengan jumlah penerbangan dan penumpang yang tinggi, kami terus berupaya menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna jasa bandara,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa standar pelayanan tetap menjadi perhatian utama, terlepas dari fluktuasi jumlah penumpang.
Sumber: AntaraNews