ASDP Ambon Siagakan 2 Kapal Layanan 24 Jam Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon mengerahkan dua kapal dengan layanan 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit untuk mengantisipasi puncak ASDP Ambon Arus Balik Lebaran 2026, memastikan kelancaran penyeberangan.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon telah mengoperasikan dua unit kapal feri dengan layanan penyeberangan selama 24 jam penuh. Langkah ini diambil untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada lintasan vital Hunimua–Waipirit. Kebijakan operasional ini bertujuan untuk mengurai potensi kepadatan serta memastikan kelancaran pergerakan penumpang dan kendaraan.
General Manager ASDP Cabang Ambon, Syamsuddin Tanassy, menjelaskan bahwa layanan khusus ini diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume. “Layanan operasional 24 jam ini kami berlakukan khusus untuk mengurai potensi kepadatan pada puncak arus balik, terutama di lintasan Hunimua–Waipirit,” kata Syamsuddin di Ambon.
Dua kapal yang dioperasikan adalah KMP Terubuk dan KMP Rokatenda, yang akan melayani penyeberangan pada malam hari. Jadwal tambahan ini berlaku mulai pukul 22.15 WIT hingga 03.15 WIT pada tanggal 28–29 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan pembelian tiket daring.
Antisipasi Kepadatan dengan Layanan Ekstra ASDP Ambon
ASDP Ambon secara proaktif mengambil langkah antisipasi terhadap peningkatan volume penumpang dan kendaraan selama periode arus balik Lebaran 2026. Dengan mengoperasikan dua kapal, KMP Terubuk dan KMP Rokatenda, selama 24 jam, perusahaan ini berupaya meminimalkan antrean panjang. Layanan ekstra ini difokuskan pada lintasan strategis Hunimua–Waipirit yang menjadi jalur utama penyeberangan.
Syamsuddin Tanassy menekankan pentingnya langkah ini dalam mempercepat pergerakan. Ia berharap pengoperasian dua kapal tambahan tersebut dapat mempercepat pergerakan penumpang dan kendaraan pada periode krusial arus balik. Hal ini menunjukkan komitmen ASDP dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain penambahan jadwal, ASDP juga mendorong penggunaan sistem pembelian tiket daring. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi antrean di pelabuhan dan memberikan kemudahan bagi calon penumpang. Pembelian tiket secara online dapat mempercepat proses keberangkatan dan menghindari penumpukan di loket.
Layanan 24 jam ini secara spesifik dijadwalkan pada 28-29 Maret 2026, mencakup penyeberangan malam hari. Waktu operasional tambahan dari pukul 22.15 WIT hingga 03.15 WIT dirancang untuk mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang yang memilih bepergian di luar jam sibuk. Ini adalah strategi efektif untuk mendistribusikan volume lalu lintas saat puncak arus balik Lebaran.
Lonjakan Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Hunimua
Data produksi angkutan Lebaran pada H+5, tepatnya 27 Maret 2026, menunjukkan peningkatan signifikan di Pelabuhan Hunimua. Jumlah trip kapal tercatat sebanyak 18 perjalanan, mengalami kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali dari mudik.
Jumlah penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Hunimua mencapai 1.193 orang, naik 29 persen dari tahun lalu. Sementara itu, penumpang dalam kendaraan juga menunjukkan peningkatan drastis, mencapai 2.582 orang atau naik 44 persen. Data ini menggambarkan preferensi masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam perjalanan arus balik Lebaran.
Kenaikan juga terlihat pada jumlah kendaraan yang menyeberang. Kendaraan roda dua meningkat 35 persen menjadi 664 unit, dan kendaraan kecil naik 48 persen menjadi 206 unit. Angka ini menegaskan bahwa banyak pemudik memilih menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi untuk perjalanan mereka.
Sektor angkutan barang dan umum pun tidak luput dari peningkatan. Jumlah bus naik 100 persen menjadi 14 unit, dan truk melonjak 186 persen menjadi 63 unit. Peningkatan signifikan pada bus dan truk menunjukkan aktivitas ekonomi dan logistik yang kembali bergerak setelah libur Lebaran.
Fluktuasi Pergerakan di Pelabuhan Waipirit dan Kondisi Umum
Berbeda dengan Pelabuhan Hunimua, pergerakan penumpang di Pelabuhan Waipirit cenderung fluktuatif. Jumlah pejalan kaki tercatat 1.330 orang, mengalami penurunan 15 persen. Namun, penumpang dalam kendaraan relatif stabil dengan penurunan tipis 1 persen, mencapai 3.007 orang.
Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan roda dua di Waipirit, yang turun 30 persen menjadi 647 unit. Meskipun demikian, kendaraan kecil justru meningkat 54 persen menjadi 302 unit. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi moda transportasi di pelabuhan ini.
Sama seperti Hunimua, jumlah bus di Waipirit juga mengalami peningkatan signifikan, naik 70 persen menjadi 17 unit. Truk juga menunjukkan kenaikan 40 persen menjadi 66 unit. Peningkatan ini konsisten dengan tren peningkatan angkutan umum dan logistik di kedua pelabuhan.
Secara keseluruhan, operasional penyeberangan di kedua pelabuhan dilaporkan berjalan lancar dan terkendali. Kondisi cuaca terpantau cerah berawan disertai angin, mendukung kelancaran aktivitas penyeberangan. Arus kendaraan juga terpantau terkendali, serta aktivitas pelabuhan berlangsung aman tanpa kendala berarti selama periode arus balik Lebaran.
Sumber: AntaraNews