Aplikasi Mandau Kaltim: Inovasi AI untuk Efisiensi Rantai Pasok Pangan dan Pengendalian Inflasi
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan Aplikasi Mandau Kaltim, platform berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk efisiensi rantai pasok pangan dan pengendalian inflasi, memastikan ketersediaan serta stabilitas harga komoditas utama di daerah.
Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah progresif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi. Inisiatif ini berfokus pada efisiensi rantai pasok pangan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui implementasi Aplikasi Mandau (Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama). Aplikasi ini merupakan instrumen canggih berbasis kecerdasan buatan (AI).
Aplikasi Mandau dirancang untuk memantau dan merumuskan kebijakan pengendalian inflasi. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Kaltim.
Aplikasi Mandau: Inovasi Pengendalian Inflasi Berbasis AI
Aplikasi Mandau merupakan sistem informasi terintegrasi yang mengelola data pangan. Sistem ini mencakup distribusi komoditas hingga stok gudang di Kalimantan Timur. Aplikasi ini membantu memonitor ketersediaan pangan serta perkembangan harga secara real-time, sekaligus memastikan efisiensi rantai pasokan bahan pangan penting.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, menyatakan bahwa pengendalian inflasi terjaga berkat pemanfaatan aplikasi ini. Ia juga menekankan pentingnya sinergi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Melalui aplikasi ini, pemantauan dilakukan secara rutin baik harian maupun rata-rata mingguan. Hal ini memungkinkan identifikasi komoditas apa saja yang mengalami fluktuasi, stabil, dan yang inflasi. Bantuan teknologi AI dapat menganalisis andil per komoditas, kelompok komoditas, hingga prakiraan ke depan.
Pemanfaatan Aplikasi Mandau Kaltim juga dioptimalkan sebagai instrumen pemantauan dan perumusan kebijakan pengendalian inflasi yang berbasis kecerdasan buatan secara lebih responsif. Integrasi lintas instansi semakin memperkuat kebijakan berbasis data.
Sinergi Lintas Sektor untuk Stabilitas Harga dan Digitalisasi Keuangan
Penguatan koordinasi lintas sektor memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas harga. Hal ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bank Indonesia Kaltim bersama TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kaltim aktif bersinergi.
Mereka melaksanakan High Level Meeting (HLM) dengan tema “Sinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Mengakselarasi Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Mewujudkan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama.
Strategi penguatan TPID difokuskan pada komoditas yang secara historis menjadi penyumbang inflasi, khususnya pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui implementasi strategi 4K, yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Sedangkan strategi penguatan TP2DD diarahkan untuk mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Antara lain dilakukan melalui perluasan ekosistem pembayaran digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), penguatan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, serta peningkatan kualitas digitalisasi layanan pemerintah daerah.
Perkembangan digitalisasi di Kaltim menunjukkan tren positif, tercermin dari peningkatan signifikan transaksi non-tunai. Implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah juga semakin luas. Jajang Hermawan berharap hal ini dapat mendorong transparansi, efisiensi, dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Sumber: AntaraNews